• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Proyeksi PBB, Tahun ini Ekonomi Global Tumbuh 2,5 Persen 

by Redaksi Asiatoday
January 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Proyeksi PBB, Tahun ini Ekonomi Global Tumbuh 2,5 Persen 

Konferensi di Markas PBB, New York. ist

ASIATODAY.ID, NEW YORK – United Nations (PBB) World Economic Situation and Prospects (WESP) 2020 memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi global kemungkinan mencapai 2,5 persen pada tahun ini. Akan tetapi peningkatan ketegangan perdagangan, gejolak keuangan, dan peningkatan ketegangan geopolitik dapat menggagalkan pencapaian tersebut.

Dalam skenario penurunan, pertumbuhan ekonomi global diramal melambat menjadi hanya 1,8 persen pada tahun ini. Pelemahan berkepanjangan dalam kegiatan ekonomi global dapat menyebabkan kemunduran yang signifikan untuk pembangunan berkelanjutan, termasuk tujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja yang layak untuk semua.

“Pada saat yang sama, ketidaksetaraan yang meluas dan krisis iklim yang semakin dalam memicu ketidakpuasan yang tumbuh di banyak bagian dunia lainnya,” kata laporan yang diluncurkan markas PBB di New York, melansir Xinhua, Sabtu (18/01/2020).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Dipengaruhi oleh perselisihan perdagangan yang berkepanjangan, ekonomi global mengalami pertumbuhan terendah dalam satu dasawarsa  dan merosot menjadi 2,3 persen pada 2019.

“Namun, dunia dapat melihat sedikit peningkatan dalam kegiatan ekonomi di 2020 jika risiko tidak terjadi,” tulis laporan PBB.

Di Amerika Serikat (AS), penurunan suku bunga acuan baru-baru ini oleh Fed memberikan dukungan untuk kegiatan ekonomi. Namun, mengingat ada ketidakpastian kebijakan terus-menerus, kepercayaan bisnis yang lemah dan berkurangnya stimulus fiskal, pertumbuhan PDB di AS diperkirakan melambat dari 2,2 persen pada 2019 menjadi 1,7 persen di 2020.

Di Uni Eropa, manufaktur akan terus ditahan oleh ketidakpastian global, tetapi sebagian diimbangi oleh pertumbuhan stabil dalam konsumsi swasta yang memungkinkan adanya kenaikan moderat dalam pertumbuhan PDB dari 1,4 persen pada 2019 menjadi 1,6 persen di 2020.

“Meskipun ada hambatan besar, Asia Timur tetap menjadi wilayah dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi global,” ungkap  laporan itu.

Di China, pertumbuhan PDB diproyeksikan moderat secara bertahap dari 6,1 persen di 2019 menjadi 6,0 persen pada 2020 dan 5,9 persen pada 2021, didukung oleh kebijakan moneter dan fiskal yang lebih akomodatif. Pertumbuhan di negara-negara berkembang besar lainnya, termasuk Brasil, India, Meksiko, Rusia dan Turki, diperkirakan mendapatkan momentum di 2020.

“Kemajuan menuju standar hidup yang lebih tinggi telah macet bagi banyak orang,” tulis laporan itu.

Sementara itu, Afrika telah mengalami satu dekade stagnasi dalam PDB per kapita dan banyak negara di dunia masih sakit akibat dampak penurunan harga komoditas pada 2014 hingga 2016, yang mengakibatkan kerugian produksi yang terus-menerus dan kemunduran dalam pengurangan kemiskinan. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Markas PBBPerserikatan Bangsa-BangsaPertumbuhan AsiaPertumbuhan EkonomiUnited NationsWESPWorld Economic Situation and Prospects
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.