• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Putin Soroti Konflik Israel dan Palestina

by Redaksi Asiatoday
October 12, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Putin: Tatanan Dunia Telah Berubah, Dominasi Barat Sudah Masa Lalu

Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dok Kremlin

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Rusia Vladimir Putin menyoroti konflik yang saat ini sedang memanas antara Israel dan Palestina.

Putin mengatakan bahwa konflik di Timur Tengah sejauh ini dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat serius, sehingga penting mengambil tindakan untuk mengurangi jumlah korban sipil.

“Meluasnya konflik di Timur Tengah dapat menimbulkan konsekuensi serius, termasuk pada sektor energi. Tindakan harus diambil untuk mengurangi jumlah korban sipil,” katanya, pada sesi pleno Pekan Energi Rusia, dikutip dari TASS, Kamis (12/10/2023).

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Dia menyatakan bahwa saat Israel terbentuk, ada pembicaraan tentang pembentukan kedaulatan Palestina, namun hal itu tidak pernah terwujud.

“Awalnya tentang pembentukan dua negara merdeka dan berdaulat Israel dan Palestina. Israel memang didirikan, sedangkan Palestina tidak pernah didirikan sebagai negara yang merdeka dan berdaulat,” ujarnya.

Berikut Pernyataan lengkap Presiden Putin tentang ketegangan Israel dengan Palestina, dalam Pekan Energi Rusia:

“Meluasnya konflik di Timur Tengah dapat menimbulkan konsekuensi serius, termasuk pada sektor energi. Masalah Palestina ada di hati setiap Muslim, dan dianggap oleh mereka sebagai manifestasi ketidakadilan, yang mencapai tingkat yang luar biasa. Tindakan harus diambil untuk mengurangi jumlah korban sipil.

Amerika Serikat (AS) mengabaikan mekanisme di zona konflik Arab-Israel dan mengandalkan kebutuhan material masyarakat di Wilayah Palestina. Saat mendirikan Israel juga ada pembicaraan tentang pembentukan Palestina yang berdaulat, tapi hal itu tidak pernah dilakukan.

Tidak diketahui kemungkinan situasi antara Israel dan Palestina bisa tenang dalam waktu dekat, tapi hal ini bisa menimbulkan masalah besar. Baik di AS dan Israel terdapat banyak pendukung pembentukan negara Palestina merdeka, namun kekuatan yang mendukung solusi militer lebih unggul.

Kepahitan yang terjadi di Israel dan Palestina sangat besar, namun kita harus berusaha meminimalkan kerugian warga sipil, dengan tidak mengganggu anak-anak dan perempuan.

Kekesalan di Israel tidak akan mempengaruhi produksi minyak, namun mungkin mempengaruhi logistik, asuransi, pengangkutan.

Tuduhan terhadap Iran atas keterlibatannya dalam memperburuk konflik Palestina-Israel tidak berdasar.

Saya tidak mengerti mengapa Amerika Serikat menarik kelompok kapal induk ke arah Israel, hal ini memperburuk situasi. Awalnya, ketika keputusan dibuat untuk membentuk Israel, keputusan paralel dibuat untuk membentuk negara kedua.

Tentang pembentukan dua negara merdeka dan berdaulat, Israel dan Palestina, Israel seperti Anda tahu telah diciptakan, tetapi Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat, tidak pernah diciptakan.” (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Freedom PalestinaVladimir Putin
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.