• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Qatar Dilanda Suhu Panas Ekstrem, Warga Pasang AC di Luar Ruangan

by Redaksi Asiatoday
October 25, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Qatar Dilanda Suhu Panas Ekstrem, Warga Pasang AC di Luar Ruangan

ASIATODAY.ID, QATAR – Peningkatan suhu panas ekstrem tengah melanda Qatar. Saking panasnya, Qatar sampai memasang sistem pendingin udara (AC) di luar ruangan.

Musim panas Qatar memang sangat ekstrem. Pada malam hari, suhunya tidak pernah berada di bawah 32 derajat celcius dan ketika siang bisa mencapai 48 derajat celcius.

Pemerintah Qatar yang khawatir akan kesehatan warganya dan ingin bersiap untuk Piala DUnia 2022 pun mengeluarkan sebuah solusi tak terduga.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Mereka memasang pendingin ruangan di stadium, mall dan pasar terbuka, di samping mewarnai aspal di Abdullah Bin Jassim Street menjadi biru untuk menurunkan suhunya hingga 20 derajat celcius.

Youself al Horr, pendiri Gulf Organization for Research and Development, yang berfokus pada keberlangsungan mengatakan, jika Anda mematikan AC-nya, Anda pasti tidak akan kuat (dengan panasnya Qatar). Anda tidak akan bisa berfungsi secara efektif.

Memang, para ahli perubahan iklim juga mengakui bahwa belakangan ini, Qatar menjadi lebih panas dari biasanya.

Meskipun Perjanjian Paris menetapkan batas maksimum kenaikan suhu Bumi menjadi 2 derajat celcius di atas temperatur masa praindustri, Qatar telah jauh melewati batas tersebut.

Zeke Hausfather, seorang peneliti data iklim di Berkeley Earth, menyebut Qatar sebagai salah satu wilayah di dunia yang paling cepat menghangat, di samping Arktika.

“Perubahan di sana bisa memberi kita gambaran mengenai apa yang bisa dialami oleh negara-negara lainnya bila kita tidak segera mengambil aksi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujarnya.

Sayangnya, solusi Qatar ini tampaknya hanya akan bermanfaat untuk jangka pendek saja. Pada jangka panjang, pemasangan sistem AC di luar ruangan ini malah bisa memperparah suhu panas.

Pasalnya, untuk menghasilkan listrik yang dibutuhkan oleh mesin pendingin, Qatar menggunakan bahan bakar fosil. Padahal, penggunaan bahan bakar fosil menghasilkan emisi karbon dan menyebabkan pemanasan global yang sedang Qatar keluhkan saat ini. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Climate ChangeClimate RealityPerubahan IklimQatar Charity
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.