• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Qatar Pasok 2 Juta Ton LNG per Tahun untuk Jerman Mulai 2026

by Redaksi Asiatoday
November 30, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Qatar Pasok 2 Juta Ton LNG per Tahun untuk Jerman Mulai 2026 1

Aktivitas ekspor LNG Qatar. Dok Qatar Energy

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Qatar dan Jerman mencapai kesepakatan jangka panjang dalam bisnis gas alam cair (LNG) untuk membantu negara Eropa menggantikan aliran gas dari Rusia.

Laporan Bloomberg pada Selasa (29/11/2022), BUMN Qatar Energy dan ConocoPhillips telah menandatangani perjanjian untuk mengirimkan 2 juta ton LNG per tahun dari Qatar ke Jerman mulai 2026.

Menteri energi Qatar Saad al Kaabi mengatakan kesepakatan pasokan LNG akan berlangsung setidaknya 15 tahun.

RelatedPosts

Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

“Perjanjian ini sangat penting. Mereka menandai pasokan LNG jangka panjang pertama ke Jerman.” jelas Saad.

Perjanjian ini merupakan tekad nyata Qatar Energy untuk menyediakan pasokan energi yang andal ke semua pasar utama di seluruh dunia dan komitmen kepada rakyat Jerman.

Qatar terus berbicara dengan pembeli Jerman tentang pasokan tambahan.

Saad mengatakan Qatar sedang dalam pembicaraan dengan RWE Jerman dan Uniper SE tentang kontrak LNG jangka panjang. Gas tersebut akan berasal dari usaha patungan ConocoPhillips di Qatar dan dikirim ke terminal impor terapung Brunsbuttel yang sedang dibangun.

Seperti diketahui, Jerman sedang mencari sumber gas baru setelah pemerintah mengamankan pabrik impor LNG terapung untuk membantu meringankan krisis harga energi yang belum pernah terjadi sebelumnya, Rusia membalas sanksi setelah invasi ke Ukraina dengan memotong aliran gas ke Eropa.

Lima fasilitas impor yang disewa oleh pemerintah Jerman akan menelan biaya total £6,5 miliar (US$6,7 miliar) selama 10 hingga 15 tahun ke depan. Setelah beroperasi, mereka akan dapat memenuhi sekitar sepertiga dari permintaan gas Jerman saat ini. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: ConocoPhilipsQatar Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.