• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Rasio Pajak Indonesia Terendah Diantara Negara G20

by Redaksi Asiatoday
December 3, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Terima Setoran Pajak Digital Rp97 Miliar dari 6 Perusahaan Global

Pajak. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam laporannya bertajuk OECD Economic Outlook December 2020 menyebutkan bahwa, penerimaan pajak Indonesia yang masih rendah menghambat reaksi kebijakan fiskal pemerintah selama masa pandemi Covid-19. Lembaga itu bahkan mencatat, rasio pajak Indonesia terhadap PDB menjadi yang terendah di antara negara G20.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, rasio pajak di Indonesia yang masih rendah bukan sesuatu membanggakan. Realisasi tersebut harus segera diatasi, terutama untuk meningkatkan investasi yang memiliki efek ganda terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menurut Sri, pajak memberikan peranan luar biasa penting dalam menciptakan iklim investasi di suatu negara. Namun, faktanya rasio pajak di Indonesia masih rendah dan menjadi catatan negatif. Kondisi tersebut menggambarkan kemampuan pemerintah yang masih rendah dalam mengumpulkan pajak.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Dilain pihak juga menggambarkan bahwa, penerimaan pajak yang rendah menghalangi Indonesia untuk membangun hal-hal esensial dan penting bagi peningkatan kesejahteraan rakyat,”  kata Sri dalam Konferensi Nasional Perpajakan 2020 secara virtual, Kamis (3/12/2020).

Dikatakan, untuk membangun infrastruktur pendidikan, kesehatan hingga pangan dan ketahanan keamanan, dibutuhkan penerimaan negara yang memadai. Oleh karena itu, seluruh upaya untuk meningkatkan penerimaan negara dan menghasilkan rasio pajak yang meningkat menjadi tugas sangat penting.

Upaya tersebut diserahkan Sri kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui berbagai hal, baik itu melalui reformasi di bidang organisasi, termasuk melakukan inovasi di bidang kantor pelayanan, hingga reformasi sumber daya manusia.

“Juga, investasi di bidang tata kelola serta reformasi bidang sistem perpajakan atau kita kenal cortax,” ujarnya.

Merujuk pada catatan Kemenkeu, realisasi rasio pajak pada 2015 mencapai 10,76 persen yang turun secara bertahap pada dua tahun setelahnya yakni 10,36 persen pada 2016 dan 9,89 persen pada 2017.

Pada 2018, rasio pajak Indonesia sempat naik 10,24 persen dan kembali turun ke level 9,76 persen pada 2019. Pada tahun ini, Kemenkeu memproyeksikan rasio pajak hanya di level 7,90 persen dan pulih bertahap di level 8,18 persen pada tahun depan. (ATN)

Tags: Defisit PajakMenkeu Sri MulyaniPajak
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.