• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Ratusan Paus Pilot Terdampar di Pulau Tasmania Australia, 25 Ekor Mati

by Redaksi Asiatoday
September 21, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ratusan Paus Pilot Terdampar di Pulau Tasmania Australia, 25 Ekor Mati

Ratusan ekor paus terdampar di gundukan pasir pesisir pantai Pulau Tasmania, Australia, Senin (21/9/2020). Foto : The Animal Reader

ASIATODAY.ID, SYDNEY – Sedikitnya 270 ekor paus terdampar di gundukan pasir pesisir pantai Pulau Tasmania, Australia, Senin (21/9/2020). Sejumlah ahli biologi laut berencana menyelamatkan ratusan mamalia tersebut.

Ilmuwan yang bekerja untuk pemerintah setempat mengatakan, setidaknya 25 ekor paus yang diyakini berjenis paus pilot telah mati. Paus pilot merupakan mamalia laut yang tumbuh hingga 7 meter dan bobotnya dapat mencapai lebih dari 3 ton.

“Hewan terdampar bukan kejadian yang cukup umum di Tasmania, dan situasi sebesar ini tidak terbayangkan sebelumnya. Kami tidak pernah melihat kejadian seperti ini setidaknya dalam waktu 10 tahun terakhir,” kata manajer wilayah Taman Nasional Tasmania, Nic Deka, dikutip Reuters.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Departemen Industri, Taman Nasional, Air, dan Lingkungan Tasmania mengatakan, ratusan paus yang terdampar itu terbagi dalam tiga kelompok. Paus tersebut terjebak di perairan dangkal di Macquarie Heads, 200 kilometer dari ibu kota Tasmania, Hobart.

Para penyelamat dengan perlengkapan khusus, saat ditemui di lokasi, Senin siang, mengatakan mereka akan memeriksa keadaan paus. Mereka akan kembali berkumpul di pantai saat malam hari untuk membahas strategi penyelamatan.

Otoritas di Tasmania rata-rata tiap dua sampai tiga pekan sekali menemui kasus lumba-lumba dan paus terdampar di pesisir pulau. Para ahli awalnya memperkirakan hanya 70 paus yang terdampar saat melihat kawanan mamalia itu dari ketinggian. Namun, saat mereka mendekat, jumlah paus yang terdampar jauh lebih banyak.

Kasus paus terdampar dalam jumlah besar terakhir kali ditemukan di pesisir Tasmania pada 2009. Saat itu, sekitar 200 paus terdampar di pesisir. Lebih dari 100 paus pilot juga ditemukan mati di pesisir Selandia Baru pada 2018.

Sejauh ini, ilmuwan belum mengetahui alasan paus yang biasa berenang bersama kawanannya, sering kali terdampar ke pesisir. Namun, paus diketahui bergerak mengikuti pemimpin kawanan dan mereka juga sering berkumpul mengelilingi seekor paus yang stres atau terluka.

“Ikatan sosial di antara mereka dan kuatnya hubungan antarkelompok seringkali jadi penyebab banyak dari mereka yang terjebak,” kata ahli paus dari Griffith University, Olaf Meynecke. (Ant)

Tags: Asia MarineAustraliaKonservasi LautPaus PilotSave MarineSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.