ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah agenda konsolidasi global akan mempertemukan sejumlah negara dalam rangka meredam hagemoni China yang dinilai sebagai ancaman global saat ini.
Para Menteri Luar Negeri dari Amerika Serikat, India, Australia, dan Jepang yang tergabung dalam “Quad” akan bertemu di Tokyo untuk membahas kolaborasi itu.
Selain agenda geopolitik, agenda utama pertemuan pekan depan itu juga akan membahas penanganan pandemi Covid-19.
Pertemuan Quad yang dijadwalkan pada 6 Oktober akan dihadiri oleh Menlu AS Mike Pompeo, Menlu Australia Marise Payne, dan Menlu India Subrahmanyam Jaishankar.
Menlu Jepang, Toshimitsu Motegi, mengumumkan bahwa dia akan menjadi tuan rumah dalam perbincangan empat arah tersebut. Ini akan menjadi pertemuan kedua setelah pertemuan pertama Quad diadakan di New York pada September 2019.
“Ini adalah waktu yang tepat bagi para menteri luar negeri yang berpikiran sama untuk berkumpul di Tokyo dalam pembicaraan tatap muka, untuk bertukar pandangan tentang bagaimana menangani masalah yang muncul dari penyebaran virus corona, geopolitik dan masalah regional lainnya,” kata Motegi kepada wartawan dalam pertemuan rutin, Selasa (29/9/2020).
Melansir AFP, forum ini akan menjadi pertemuan internasional pertama di tingkat menteri yang diselenggarakan oleh Jepang sejak pandemi melanda sekaligus sejak Perdana Menteri Yoshihide Suga mengambil alih kekuasaan bulan ini.
Melansir Japan Times, pertemuan itu juga dimaksudkan sebagai bagian dari upaya menghadapi sikap tegas China yang semakin meningkat di kawasan Indo-Pasifik.
Mereka diharapkan akan membahas cara-cara untuk menghadapi sikap agresif China di bidang medis, termasuk pengembangan vaksin virus corona.
Pertemuan keempat negara tersebut tentu saja akan mengganggu China. Selain itu, juga akan mempengaruhi hubungan antara Jepang dan China yang belakangan sudah semakin membaik.
Dalam beberapa tahun terakhir, keempat negara tersebut membentuk pengelompokan strategis yang dikenal sebagai “Quad”. Kelompok itu dimaksudkan menjadi penyeimbang bagi China dan untuk mempromosikan visi mereka tentang “Indo-Pasifik yang bebas, damai dan terbuka”.
Quad diluncurkan di bawah mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, dalam upaya menangani pengaruh China yang tumbuh di kawasan Indo-Pasifik.
Jepang bergerak secara bertahap untuk membuka perbatasannya ke lebih banyak pendatang asing, terutama bagi pelancong bisnis di tengah penanganan pandemi virus corona. (ATN)
