• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Redam Demonstrasi, Pemimpin Hong Kong Buka Ruang Dialog

by Redaksi Asiatoday
September 17, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Redam Demonstrasi, Pemimpin Hong Kong Buka Ruang Dialog

ASIATODAY.ID, HONG KONG – Pemimpin Hong Kong Carrie Lam berencana menggelar dialog dengan para demonstran, pekan depan. Dialog ini bertujuan untuk meredam amarah pedemo yang telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.

Penarikan RUU ekstradisi Tiongkok oleh Lam tidak menyurutkan demonstrasi warga Hong Kong yang terus berlanjut. Demonstran kini menyerukan penegakan demokrasi, yang dinilai sudah semakin terkikis oleh intervensi Tiongkok.

“Masyarakat Hong Kong telah mengalami akumulasi masalah ekonomi, sosial, bahkan politik. Saya berharap berbagai bentuk dialog ini dapat menjadi landasan bagi kita yaitu pemerintah dan warga untuk berdiskusi,” kata Lam, dikutip dari AFP, Selasa (17/9/2019).

RelatedPosts

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Lam menambahkan, dialog itu akan berformat terbuka untuk umum. Setiap warga dapat mendaftar untuk hadir dalam dialog tersebut.

Ia juga berjanji bahwa berbagai isu akan diangkat dalam dialog tersebut, termasuk masalah perumahan dan tempat tinggal di Hong Kong yang masih dirasa sangat mahal dan hanya bisa dibeli oleh warga yang berpenghasilan tinggi.

“Yang menjadi prioritas untuk diskusi ini adalah meredam kekerasan dan kericuhan berbulan-bulan di Hong Kong,” ungkapnya.

Hong Kong adalah bekas koloni Inggris, yang sudah dikembalikan ke Tiongkok pada 1997 di bawah sistem “Satu Negara, Dua Sistem.” Sistem tersebut menjamin otonomi Hong Kong.

Demonstrasi selama tiga bulan di kota ini menjadikan demonstrasi terlama dalam sejarah. Pedemo sempat merusak sejumlah stasiun MTR dan memblokir jalan-jalan utama serta bandara.

Akibatnya, ratusan calon penumpang yang berada di Bandara Internasional Hong Kong tidak bisa masuk maupun keluar. Banyak penerbangan yang ditunda bahkan dibatalkan akibat serangan dari para pedemo. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Hong Kong RevolutionKrisis Hong KongRevolusi Hong KongUnjukrasa Hong Kong
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.