• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Relasi Amerika dan WHO Memburuk Ditengah Pandemi Covid-19

by Redaksi Asiatoday
April 11, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Relasi Amerika dan WHO Memburuk Ditengah Pandemi Covid-19

Donald Trump. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hubungan antara Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kian memburuk.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan kembali mengancam akan menahan aliran dana sebesar USD500 juta ke organisasi itu karena dinilai gagal meredam pandemi coronavirus (Covid-19).

Trump dalam konferensi persnya mengatakan pengumuman mengenai keputusan tersebut akan disampaikan beberapa minggu ke depan.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Kami memberi mereka (WHO) sekitar USD500 juta setahun dan kami akan membicarakan masalah itu minggu depan. Kami akan banyak bicara tentang itu. Kami akan menahannya,” tegasnya.

Dia bersama dengan sekutu politiknya menuduh WHO terlalu condong dan memercayai pernyataan China tentang virus corona sejak pandemi corona muncul pada akhir tahun lalu di Wuhan.

Trump juga menggemakan kritik yang menyatakan WHO terlalu China-sentris dan menegaskan bahwa hal itu sangat tidak adil bagi rakyat AS.

Trump turut mengeluhkan rendahnya kontribusi China kepada WHO. AS diketahui telah menyumbang sekitar USD839 juta untuk siklus pendanaan dua tahun, sedangkan China hanya menyumbang sekitar USD86 juta selama periode yang sama.

Meski demikian, Trump menyatakan tidak akan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan sampai dirinya memiliki bukti yang cukup kuat atas tuduhan-tuduhan tersebut.

“Saya juga tidak ingin melakukannya sebelum kami memiliki semua fakta. Namun, selama bertahun-tahun, kami telah membayar mereka dari USD300 hingga USD500 juta per tahun atau bahkan lebih,” ucap Trump.

Sementara itu, Senator Lindsey Graham, Republikan dari Carolina Selatan, mengatakan bakal memblokir pendanaan terhadap WHO sampai mereka mengubah struktur kepemimpinannya. Dia bahkan menyebut WHO sebagai penipu dan pembela China. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Amerika SerikatChinaDonald TrumpWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.