• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Rest and Peace, Selamat Jalan Emmeril Kahn Mumtadz

by Redaksi Asiatoday
June 14, 2022
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Rest and Peace, Selamat Jalan Emmeril Kahn Mumtadz 1

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama keluarga saat melakukan tabur bunga di atas makam Eril. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Suasana duka mewarnai prosesi pemakaman Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), putra sulung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Ribuan orang berjubel di Gedung Pakuan untuk mengantarkan jenazah Eril ke tempat peristirahatan terakhirnya di Cimaung, Kabupaten Bandung. Bahkan orang-orang sudah datang memberikan doa, sebelum jenazah Eril yang diterbangkkan dari Kota Bern, Swiss, tiba di Indonesia.

Masyarakat dan para pejabat publik yang datang ke Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat, Senin (13/6/2022) terus membacakan doa dan salawat melepas kepergian Eril, pukul 08.30 WIB.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Jenazah Eril diberangkatkan ke pemakaman di Desa Pasir Huni, Cimaung, Bandung, Jawa Barat, pada pukul 09.00 WIB.

Rest and Peace, Selamat Jalan Emmeril Kahn Mumtadz 2
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama keluarga usai pemakaman Eril. Ist

Prosesi pemakaman Eril sendiri hanya dihadiri terbatas oleh anggota keluarga dan kerabat terdekat.

Untuk meminimalisir potensi kemacetan, jenazah diberangkatkan melalui tol Pasteur, keluar di Tol Soroja, kemudian menuju Cimaung, Banjaran.

Meski begitu, pihak keluarga tidak melarang jika masyarakat hendak berziarah ke makam Eril. Masyarakat diperbolehkan berziarah setelah prosesi pemakaman Eril.

Jenazah tiba di pemakaman sekitar pukul 11.30 WIB. Kedatangan jenazah Eril disambut tangisan dan bacaan salawat dari ratusan warga yang sudah menunggu di kanan kiri jalan menuju area makam.

Jenazah kemudian diazankan dan diturunkan ke liang lahat. Sang ayah, Ridwan Kamil pun turut serta menurunkan tanah ke tempat peristirahatan terakhir sang anak.

Eril dikuburkan dengan lantunan kalimat tauhid, “La Illahailallah”.

“Selama 14 hari Allah memberikan petunjuk kepada kita untuk belajar dari apa yang kita lihat dan kita dengar. Eril didoakan tidak hanya dari keluarganya, tapi jutaan doa dari seluruh nusantara, dari desa-desa sampai Palestina bahkan dari seluruh dunia menandakan banyak hal yang sudah Eril lakukan, yaitu kebaikan-kebaikan,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil saat memberikan sambutan.

Karenanya, Emil meminta diizinkan, dirinya menyampaikan sepenggal rasa cinta, siapa itu eril dan apa hikmah dari kepergiannya.

Berikut ungkapan cinta Ridwan Kamil untuk Eril:

“14 hari bisa terasa pendek dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, bagi kami 14 hari ini menjadi begitu panjang dalam kehidupan kami.

Kami bertanya-tanya kenapa harus selama ini mengapa tidak lebih cepat agar semua lekas berlalu supaya kami yang hidup tidak terlalu lama.

Tapi, waktu adalah rahasia Allah yang tidak bisa dipecahkan apalagi menyangkut tentang kelahiran dan kematian.

Waktu adalah relatif begitulah kata orang-orang yang arif dan akhirnya kami menerima dengan hati yang lapang setelah bisa menemukan petunjuk yang terang. 14 hari yang sejujurnya sangat melelahkan namun kami mendapatkan banyak pelajaran dan menerima kearifan.

Hidup eril yang secara kasat mata terlalu singkat, tetapi dicermati ternyata kehidupannya sangat penuh manfaat. 23 tahun memang belum cukup untuk menghasilkan karya-karya yang besar.

Namun terbukti, ternyata memadai untuk menjadi manusia yang dicintai dengan akbar. Kami belajar tentang hidup yang tidak semata terdiri atas lamanya hari tetapi tentang tiap hela nafas yang dipakai untuk berbuat baik walaupun hal kecil dalam sehari-hari.

Kami mengikhlaskan Eril pergi karena kami akhirnya menyadari bahwa Allah telah mencukupkan seluruh amal-amalnya untuk menutupi kemungkinan bertambah kekhilafannya. Mungkin akan berat, tapi kami sudah menyiapkan hati kalau kami tidak akan pernah melihat jasadnya untuk terakhir kali.

Bukankah Eril lahir di Newyork sana yang jauh di seberang, mengapa tidak jika dia wafat di Swiss yang jauhnya tidak berbilang.

Bukankah tiap sejengkal tanah adalah milik Allah yang menentukan segala meluncurkan doa yang dipanjatkan dari berbagai penjuru negeri adalah limpahan pertanda yang lebih dari cukup bagi kami.

Barangkali Allah menghendaki agar kepulangannya disambut baik oleh langit dan bumi bagaimana mungkin, saat jenazah yang berhari-hari masih utuh lagi sempurna. Itulah salah satu keyakinan kami bukti adanya mukjizat yang akhirnya Alhamdulillah kami diberi kesempatan melihat kekuasaan Allah sang pemberi berkat dan pandai membaca isyarat.

Pengalaman yang sungguh dahsyat. Kami merasakan kehilangan yang besar. Tapi seketika kami merasa dilimpahi kasih.

Terakhir, kami sangat bersyukur dianugerahi seorang putera yang dalam hidupnya bahkan dalam pulangnya masih mendatangkan cinta kepada kami Sang orangtua. Terima kasih atas segala doa yang dipanjatkan. semoga Allah membalas berlipat-lipat”.

Rest and Piece, selamat jalan Eril. (ATN)

Tags: Emmeril Khan MumtadzRidwan Kamil
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.