• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Ribuan Ikan Mati Dipantai, BMKG Tegaskan Bukan Pertanda Tsunami

by Redaksi Asiatoday
September 16, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sumatera dan Jambi Dikepung 1.211 Titik Panas

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Warga yang bermukim diwilayah pesisir Pantai Hutumuri, Rutong, Lehari dan Hukurila, Ambon sempat dilanda kekhawatiran menyusul banyaknya ikan yang mati dan mengapung di daerah itu, sejak pekan lalu.

Warga panik karena peristiwa itu dikaitkan dengan pertanda akan terjadinya bencana gempa dan tsunami yang

Merespon fenomena itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan tidak ada korelasi antara kematian ikan dan bencana.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

“Selama ini belum pernah ada peristiwa gempa besar dan memicu tsunami yang didahului oleh matinya ikan secara massal,” kata Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, melalui keterangan tertulisnya, Senin (16/9/2019).

BMKG meminta warga tidak mudah percaya isu yang sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dalam ilmu gempa bumi tanda alam seperti itu nihil sebagai pertanda gempa dan tsunami.

“Kematian ikan secara massal ini dipastikan oleh sebab lain,” imbuhnya.

Selama ini kata Daryono, kasus kematian ikan secara massal dapat diakibatkan oleh adanya ledakan, keracunan, atau faktor lingkungan yang mengakibatkan ikan mati.

Saat ini pihak terkait sedang melakukan investigasi untuk mencari sebab matinya ikan-ikan di Pantai Ambon.

Aktivitas kegempaan di Ambon dan sekitarnya saat ini tergolong normal.

“Tidak tampak adanya aktivitas yang mencolok sehinga masyarakat diminta tenang,” kata Daryono.

BMKG juga meminta masyarakat tidak perlu mengungsi karena saat ini sedang tidak ada kejadian gempa kuat. BMKG juga tidak sedang mengeluarkan peringatan dini tsunami. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Bencana AlamBMKGFenomena AlamTsunami
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.