• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Riset : Keamanan Siber di Indonesia dalam Ancaman

by Redaksi Asiatoday
December 16, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Riset : Keamanan Siber di Indonesia dalam Ancaman

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah riset terbaru yang dirilis oleh Cisco yang bertajuk ‘2019 Asia Pacific CISO Benchmark Study’ menunjukkan cybersecurity (keamanan siber) di Indonesia berada dalam ancaman.

Dengan mensurvei kurang lebih 2000 profesional dan ahli dalam bidang keamanan siber di Asia Pasifik, Cisco mengungkapkan beberapa fakta dan hal penting terkait cybersecurity, khususnya di Indonesia.

Pertama, studi tersebut menunjukkan 19 persen dari perusahaan di Indonesia, jika terjadi pelanggaran atau serangan siber mengalami downtime selama 24 jam atau lebih. Hal itu menjadi yang terburuk dalam satu tahun terakhir.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Tentu hal ini menjadi persoalan yang harus ditinjau ulang oleh para pelaku industri di Tanah Air. Mengingat, Indonesia merupakan negara dengan potensi ekonomi digital raksasa yang memutar uang Rp 566 triliun (40 miliar USD) di tahun 2019. Startup bertumbuh di tengah Unicorn dan Decacorn yang terus beroperasi.

Menurut Director Cybersecurity Cisco, Kerry Singelton, meningkatnya kecanggihan bisnis dalam menggunakan jaringan OT (operational technology) dan adopsi multi cloud menjadi tantangan dalam mengamankan bisnis di Indonesia.

“Satu cara bagi perusahaan untuk menyederhanakan keamanan adalah dengan mempertimbangkan ‘Zero Trust’ yang memperhatikan keamanan dalam tiga bidang, diantaranya tenaga kerja, beban kerja dan tempat kerja,” terang Kerry melalui keterangan tertulisnya, Senin (16/12/ 2019).

Kerry memandang, dengan mengimplementasikan tiga hal tersebut, perusahaan dapat melindungi pengguna maupun perangkatnya dari serangan siber. Serangan siber yang dimaksud adalah pencurian kredensial, phising, dan serangan berbasis identitas lainnya.

Meskipun demikian, perusahaan di Indonesia bekerja lebih baik dalam memulihkan peringatan ancaman siber yang diterima atau dilaporkan jika dibandingkan dengan negara di Asia Pasifik.

Hasil studi ini menjelaskan, sebanyak 48 persen ancaman siber yang ditujukan ke Indonesia, 41 persennya berhasil diatasi. Lalu, sebanyak 44 persen di Asia Pasifik hanya 38 persen yang berhasil diatasi.

Managing Director Cisco Indonesia, Marina Kacaribu menjelaskan Indonesia semakin berkembang dalam meng-adopsi teknologi digital. Cybersecurity memiliki peran yang sangat penting dan harus memiliki dasar yang kuat dalam upaya melakukan digitalisasi di Indonesia.

“Kami melihat kesadaran akan keamanan siber (cybersecurity awareness) semakin meningkat pada kalangan bisnis. Hal ini sangat penting karena keberhasilan ekonomi digital bergantung pada kemampuan bisnis dalam mengatasi ancaman siber,” kata Marina.

Kerugian finansial yang ditimbulkan akibat serangan siber di Indonesia juga mengalami penurunan. Hanya 24 persen pelapor mengatakan kerugian terburuk dalam satu tahun terakhir merugikan satu juta dolar atau lebih.

Dibandingkan tahun lalu, 54 persen perusahaan melaporkan telah mengalami kerugian sebesar satu juta dolar atau lebih.

“Meskipun kami melihat tren positif, masih banyak yang harus dilakukan. Hal ini, untuk memastikan bahwa setiap bisnis sudah siap dalam menghadapi isu ini,” tandas Marina. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: CybersecurityIndustri DigitalKeamanan SiberKejahatan Cyber PerbankanStarup Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.