• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Riset : Masa Depan Terumbu Karang di Dunia hanya Bertahan 20 Tahun

by Redaksi Asiatoday
February 20, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Riset : Masa Depan Terumbu Karang di Dunia hanya Bertahan 20 Tahun

Terumbu Karang di Indonesia. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Masa depan terumbu karang di dunia kini dalam ancaman serius.

Meningkatnya suhu permukaan air laut akibat perubahan iklim dan polusi mempercepat musnahnya habitat terumbu karang.

Riset terbaru yang dipresentasikan pada ajang Ocean Sciences Meeting 2020 di San Diego, California memproyeksikan sekitar 70 persen hingga 90 persen terumbu karang akan menghilang selama 20 tahun ke depan akibat perubahan iklim dan polusi.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

“Pada tahun 2100, persoalan ini terlihat sangat suram,” ujar Renee Setter, seorang peneliti dari University of Hawaii Monoa melansir Science Daily, Kamis (20/2/2020).

Laporan tersebut menyoroti beberapa dampak buruk yang akan ditimbulkan akibat pemanasan global dan perubahan iklim terhadap kehidup laut. Meskipun polusi menimbulkan banyak ancaman bagi mahluk laut, penelitian menunjukkan karang paling rentan terhadap perubahan emisi lingkungan mereka.

“Berusaha membersihkan pantai dan memerangi polusi itu sangat bagus. Kita perlu melanjutkan langkah itu. Tetapi pada akhirnya, memerangi perubahan iklim adalah hal yang perlu didorong untuk melindungi karang dan menghindari kerugian yang berlipat,” imbuh Setter.

Terumbu karang di seluruh dunia memang tengah menghadapi masa depan yang tidak menentu karena suhu laut terus naik. Perairan yang hangat memberikan tekanan pada karang, menyebabkan mereka melepaskan alga simbiotik yang hidup di dalamnya.

Hal tersebut mengubah komunitas karang yang berwarna cerah dan semakin cerah, sebuah proses yang disebut pemutihan. Karang yang memutih memang tidak mati, tetapi memiliki risiko kematian yang lebih tinggi.

Dalam studi terbarunya, Setter dan rekan-rekan peneliti memetakan wilayah laut mana yang cocok untuk upaya restorasi karang selama beberapa dekade mendatang. Para peneliti mensimulasikan kondisi lingkungan laut seperti suhu, energi gelombang, keasaman air, polusi dan penangkapan ikan.

Mereka menemukan bahwa sebagian besar lautan dimana terumbu karang yang ada saat ini, tidak cocok digunakan sebagai habitat restorasi pada 2045, dan situasinya makin buruk ketika simulasi diperpanjang hingga 2100.

Setter menyebut beberapa situs yang layak dijadikan tempat restorasi terumbu karang pada tahun-tahun mendatang hanya mencakup sebagian kecil California dan Laut Merah, yang itu pun bukan lokasi ideal untuk terumbu karang. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Climate ChangeClimate EmergencyGlobal WarmingKonservasi LautPerubahan IklimTerumbu Karang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.