• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Rivalitas AS-China Masih Tajam, Indonesia Bidik Ekspor ke Afrika

by Redaksi Asiatoday
April 17, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Serukan Reformasi WTO di Tengah Ketidakpastian Global

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Muhammad Lutfi. Dok Kemendag

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus berpacu mendongkrak peningkatan ekspor nonmigas ke sejumlah negara tujuan dalam jangka pendek dan menengah.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan China dan Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor perdagangan nonmigas Indonesia.

Berdasarkan data Kemendag, 10 negara tujuan utama ekspor Indonesia adalah China, Amerika Serikat, Jepang, India, Singapura, Filipina, Korea Selatan, Vietnam, dan Thailand.

RelatedPosts

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance

Danantara Raises US$1.5 Billion as Global Investors Flock to Indonesia Bond Offering

“China masih menjadi destinasi utama, jumlah (neraca perdagangan) USD1,75 miliar minus (per Januari 2020). Meski masih minus trade balance, minusnya sudah mengalami perbaikan luar biasa. Maret 2021 sudah turun USD0,83 miliar dan Februari 2021 USD0,16 miliar,” katanya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (16/4/2021).

Sementara itu, neraca perdagangan antara Indonesia dengan Amerika Serikat tercatat surplus per Maret 2021 senilai UD1,19 miliar.

Kendati demikian, menurut Mendag meningkatkan ekspor ke China dan Amerika Serikat merupakan hal sensitif di tengah rivalitas dan situasi perang dagang saat ini.

Untuk itu, Mendag Lutfi memandang perluasan pasar ekspor nontradisional misalnya ke Afrika Utara dan Afrika Barat sangat penting untuk memacu ekspor Indonesia.

“Kita sedang menghitung akan penetrasi lebih jauh di China atau membuka kantor perwakilan dagang di Afrika. Ini jadi pertimbangan penting, kita juga mempunyai kendala, ruang dan waktu, sedang mencari titik imbangnya,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Ekspor Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Regains Access to EU Aquaculture Market After Securing Regulatory Approval
  • ASEAN Offers Alternative to EU Integration Model and Shows Demand for Russia Ties
  • World Bank Injects $150 Million to Transform Rural Uzbekistan
  • ADB Injects $115 Million to Tackle Nepal’s Water and Sanitation Crisis
  • Indonesia’s US$22 Billion Free School Meals Program Hit by Expanding Corruption Probe
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.