• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Rivalitas Geopolitik, AS Lebih Mewaspadai China Dibanding Rusia

by Redaksi Asiatoday
October 28, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Cegah Konflik, AS Bertekad Redam Agresivitas China di Kawasan Asia

Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin. Dok Pentagon

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Rivalitas geopolitik global masih akan terus menajam di masa depan.

Pasalnya, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menempatkan China sebagai tantangan utama, meskipun invas Rusia ke Ukraina tak bisa dianggap sebelah mata.

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin menyebut tantangan yang kini terjadi adalah upaya China untuk menguasai Taiwan dan kepemilikan senjata atom yang berkembang pesat.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Austin juga menyoroti tantangan lainnya yang ditimbulkan oleh China dan Rusia, saat dirinya meluncurkan beberapa dokumen strategi militer.

Menurut Austin, Rusia tidak seperti China, yakni sebagai satu-satunya pesaing dengan niatan yang kuat untuk membentuk kembali tatanan internasional.

“Tidak seperti China, Rusia tidak dapat secara sistematis menantang Amerika Serikat dalam jangka panjang. Tetapi agresi Rusia memang menimbulkan ancaman langsung dan tajam,” katanya seperti dilansir dari CNA pada Jumat, (27/10/2022).

Lebih lanjut, Austin menegaskan bahwa China kini berusaha memperbarui kawasan Indo-Pasifik sesuai dengan sistem internasional.

“Beijing kini sedang berusaha untuk memperbarui kawasan Indo-Pasifik dengan sistem internasional agar sesuai dengan kepentingan dan preferensi otoriternya,” katanya.

Adapun, Taiwan yang saat ini memiliki pemerintahannya sendiri, sedang berupaya untuk bertahan dari upaya China yang ingin mengambil alih kendali negara.

Di sisi lain, AS tak akan memalingkan mata dari Rusia yang hingga kini terus menggempur Ukraina. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.