• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 3, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Rivalitas Geopolitik, AS Lebih Mewaspadai China Dibanding Rusia

by Redaksi Asiatoday
October 28, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Cegah Konflik, AS Bertekad Redam Agresivitas China di Kawasan Asia

Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin. Dok Pentagon

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Rivalitas geopolitik global masih akan terus menajam di masa depan.

Pasalnya, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menempatkan China sebagai tantangan utama, meskipun invas Rusia ke Ukraina tak bisa dianggap sebelah mata.

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin menyebut tantangan yang kini terjadi adalah upaya China untuk menguasai Taiwan dan kepemilikan senjata atom yang berkembang pesat.

RelatedPosts

American Pilot Killed in Papua Attack as Indonesian Military Hands Body to Family

ADB Bets on Global Business Titans to Solve Asia’s Biggest Challenges

Indonesia Brings Smart Farming to the Global Stage at FAO

Austin juga menyoroti tantangan lainnya yang ditimbulkan oleh China dan Rusia, saat dirinya meluncurkan beberapa dokumen strategi militer.

Menurut Austin, Rusia tidak seperti China, yakni sebagai satu-satunya pesaing dengan niatan yang kuat untuk membentuk kembali tatanan internasional.

“Tidak seperti China, Rusia tidak dapat secara sistematis menantang Amerika Serikat dalam jangka panjang. Tetapi agresi Rusia memang menimbulkan ancaman langsung dan tajam,” katanya seperti dilansir dari CNA pada Jumat, (27/10/2022).

Lebih lanjut, Austin menegaskan bahwa China kini berusaha memperbarui kawasan Indo-Pasifik sesuai dengan sistem internasional.

“Beijing kini sedang berusaha untuk memperbarui kawasan Indo-Pasifik dengan sistem internasional agar sesuai dengan kepentingan dan preferensi otoriternya,” katanya.

Adapun, Taiwan yang saat ini memiliki pemerintahannya sendiri, sedang berupaya untuk bertahan dari upaya China yang ingin mengambil alih kendali negara.

Di sisi lain, AS tak akan memalingkan mata dari Rusia yang hingga kini terus menggempur Ukraina. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • American Pilot Killed in Papua Attack as Indonesian Military Hands Body to Family
  • ADB Bets on Global Business Titans to Solve Asia’s Biggest Challenges
  • Jakarta World FolkFest 2026 Puts Indonesia’s Cultural Diplomacy on the Global Stage
  • Indonesia Brings Smart Farming to the Global Stage at FAO
  • China Suspends 19 Indonesian Bird’s Nest Exporters
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.