• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Rotasi Bumi Bergerak Lebih Cepat, Hari-hari Terasa Lebih Pendek

by Redaksi Asiatoday
August 5, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pandemi Coronavirus Pulihkan Lubang Ozon Bumi dari Pemanasan Global

Planet Bumi. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, LONDON – Para ilmuwan yang bekerja di Laboratorium Fisika Nasional Inggris mengungkap situasi yang dialami planet bumi saat ini.

Temuan mereka menunjukkan bahwa rotasi bumi bergerak lebih cepat dari sebelumnya, yang membuat hari-hari kita menjadi terasa sedikit lebih pendek.

Data tersebut dikonfirmasi ketika para ilmuwan mengukur tingkat perputaran Bumi dan membandingkannya dengan 50 tahun yang lalu.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Pada tanggal 29 Juni 2022, Bumi berotasi penuh dalam 1,59 milidetik kurang dari 24 jam, dan itu menjadikannya hari terpendek yang pernah tercatat.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa ini dapat mengarah pada pengenalan lompatan detik negatif pertama yang pernah ada.

Mereka berpikir bahwa jika rotasi terus berakselerasi, kita mungkin terpaksa menghilangkan satuan detik dari jam atom kita.

Ini berpotensi membawa tantangan bagi sistem Teknologi Informasi karena jam mereka juga harus melewati waktu satu detik, dan karena ketepatannya pada pengatur waktu, itulah menjadi awal yang menghancurkan.

Ilmuwan menghubungkan fenomena ini dengan sesuatu yang disebut Chandler Wobble.

Leonid Zotov, Christian Bizouard dan Nikolay Sidorenkov adalah ilmuwan yang mengklaim bahwa rotasi tidak teratur oleh Bumi ini adalah hasil dari Chandler Wobble, gerakan tidak teratur dari kutub geografis planet di seluruh permukaan dunia.

Zotov memastikan bahwa amplitudo Chandler Wobble dulunya sekitar tiga hingga empat meter di permukaan bumi, tetapi menghilang dari 2017 hingga 2020.

Pakar lain percaya bahwa pencairan dan pembekuan kembali puncak gunung tertinggi di dunia dapat berkontribusi pada percepatan rotasi. (ATN)

Tags: Planet BumiSave Earth
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.