• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Rotasi Bumi Bergerak Lebih Cepat, Hari-hari Terasa Lebih Pendek

by Redaksi Asiatoday
August 5, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pandemi Coronavirus Pulihkan Lubang Ozon Bumi dari Pemanasan Global

Planet Bumi. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, LONDON – Para ilmuwan yang bekerja di Laboratorium Fisika Nasional Inggris mengungkap situasi yang dialami planet bumi saat ini.

Temuan mereka menunjukkan bahwa rotasi bumi bergerak lebih cepat dari sebelumnya, yang membuat hari-hari kita menjadi terasa sedikit lebih pendek.

Data tersebut dikonfirmasi ketika para ilmuwan mengukur tingkat perputaran Bumi dan membandingkannya dengan 50 tahun yang lalu.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Pada tanggal 29 Juni 2022, Bumi berotasi penuh dalam 1,59 milidetik kurang dari 24 jam, dan itu menjadikannya hari terpendek yang pernah tercatat.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa ini dapat mengarah pada pengenalan lompatan detik negatif pertama yang pernah ada.

Mereka berpikir bahwa jika rotasi terus berakselerasi, kita mungkin terpaksa menghilangkan satuan detik dari jam atom kita.

Ini berpotensi membawa tantangan bagi sistem Teknologi Informasi karena jam mereka juga harus melewati waktu satu detik, dan karena ketepatannya pada pengatur waktu, itulah menjadi awal yang menghancurkan.

Ilmuwan menghubungkan fenomena ini dengan sesuatu yang disebut Chandler Wobble.

Leonid Zotov, Christian Bizouard dan Nikolay Sidorenkov adalah ilmuwan yang mengklaim bahwa rotasi tidak teratur oleh Bumi ini adalah hasil dari Chandler Wobble, gerakan tidak teratur dari kutub geografis planet di seluruh permukaan dunia.

Zotov memastikan bahwa amplitudo Chandler Wobble dulunya sekitar tiga hingga empat meter di permukaan bumi, tetapi menghilang dari 2017 hingga 2020.

Pakar lain percaya bahwa pencairan dan pembekuan kembali puncak gunung tertinggi di dunia dapat berkontribusi pada percepatan rotasi. (ATN)

Tags: Planet BumiSave Earth
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.