• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Satu Persatu Mafia Nikel di Indonesia Digulung

by Redaksi Asiatoday
July 19, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Parah, Mafia Hukum dan Tambang di Indonesia di Back Up Pejabat

Aktivitas tambang nikel ilegal di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Satu persatu mafia nikel di Indonesia mulai digulung oleh aparat.

Terbaru, Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia menahan pemilik PT Kara Nusantara Investama, Windu Aji dalam perkara tambang nikel ilegal di Blok Mandiodo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana mengatakan, penahanan terhadap Windu bersangkutan dengan konsorsium perjanjian dengan Aneka Tambang (Antam) periode 2021-2023.

RelatedPosts

Indonesia Boosts Energy Security With 45,900 Tons of LPG From US

Hormuz Crisis Threatens Asia’s Energy Security as UN Urges US-Iran De-escalation

S&P Affirms Indonesia’s BBB Rating as Global Agencies See Steady Growth

“Telah dilakukan proses penahanan terhadap tersangka WAS. WAS ini adalah pemilik PT Kara Nusantara Investama, yang bersangkutan ditahan dalam perkara konsorsium perjanjian dengan PT Antam tahun 2021-2023,” kata Ketut di Gedung Bundar, Kejagung, Selasa (18/7/2023).

Kejagung juga telah menahan Direktur Utama PT Lawu Agung Mining (LAM), Ofan Sofwan (OS), yang ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya.

Secara total, Ketut membeberkan bahwa negara mengalami kerugian dalam perkara ini sebesar Rp5,7 triliun.

“Dengan kerugian negara seluruhnya adalah Rp5,7 triliun, yang sebelumnya perkara ini sudah ditetapkan tersangka sebanyak 4 orang yaitu, HW, YAS, AA dan OS. Dan hari bertambah menjadi 5 yaitu WAS,” tambahnya.

KPK Selidiki Pejabat Daerah

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki dugaan korupsi seorang pejabat pemerintah daerah terkait dengan pengelolaan sumber daya alam (SDA) nikel.

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengatakan bahwa sebelumnya pejabat daerah itu sudah dipanggil untuk mengklarifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya.

Namun demikian, Pahala enggan untuk membeberkan lebih jauh pejabat daerah mana yang tengah menjadi fokus penyelidikan KPK itu.

Dia hanya mengisyaratkan bahwa pejabat yang dimaksud berada di daerah penghasil nikel.

“Terkait [klarifikasi] LHKPN, ada daerah-daerah [penghasil] nikel, cari tahu siapa pejabatnya yang dipanggil KPK. Dua kali dipanggil tidak datang, akhirnya yang ketiga kali datang, tetapi sudah rapat sama pimpinan diputus naik ke penyelidikan,” ujarnya Pahala kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (18/7/2023).

Pahala mengatakan bahwa pemanggilan satu orang pejabat daerah itu sudah dilakukan pada pekan lalu.

KPK menduga adanya penerimaan dana oleh pejabat daerah tersebut.

Koordinator Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) itu juga mengatakan bahwa penyelidikan dugaan korupsi pejabat daerah itu tidak berkaitan dengan temuan KPK lainnya, yakni mengenai ekspor ilegal 5 juta ton ore nikel ke China.

“Ini di luar [dugaan ekspor ilegal nikel ke China]. Cuma kita ada informasi bahwa [pejabat] ini seriang main-main nikel,” tuturnya.

Untuk diketahui, daerah penghasil nikel di Indonesia meliputi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Halmahera Tengah, Maluku Utara. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Tambang Nikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia–Indonesia Deepen Economic Integration Through Katalis 2.0
  • Indonesia Boosts Energy Security With 45,900 Tons of LPG From US
  • Hormuz Crisis Threatens Asia’s Energy Security as UN Urges US-Iran De-escalation
  • World Bank Approves US$200 Million for Thailand’s Low-Carbon Cities
  • S&P Affirms Indonesia’s BBB Rating as Global Agencies See Steady Growth
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.