• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Seekor Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Area Hutan Tanaman Industri di Bengkalis

by Redaksi Asiatoday
February 9, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Seekor Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Area Hutan Tanaman Industri di Bengkalis

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Seekor satwa Gajah Sumatera ditemukan mati di area konsesi PT Arara Abadi di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Untuk mengetahui penyebab kematian satwa lindung ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau terpaksa harus melakukan bedah bangkai (nekropsi).

Menurut Kepala BBKSDA Riau Suharyono, pihaknya telah memastikan kematian satwa Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) di hutan tanaman industri PT Arara Abadi, tepatnya di Distrik II KM 54, Desa Koto Pait Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Bedah bangkai dilakukan oleh dua dokter hewan BBKSDA Riau, yaitu drh. Rini Deswita, drh. Danang beserta tim medis lainnya, pada Sabtu (8/2/2020). Hasil nekropsi menunjukan bahwa gajah tersebut berjenis kelamin betina dan berumur kurang lebih 40 tahun.

Kematian Gajah berkisar lima hari sebelum satwa tersebut ditemukan. Gajah mati di area yang merupakan wilayah jalajah (homerange) gajah sumatera liar di Provinsi Riau.

Suharyono menjelaskan, kematian gajah liar itu bermulai dari laporan PT Arara Abadi ke BBKSDA Riau pada Jumat (7/2). BBKSDA Riau segera menurunkan tim lapangan saat itu juga untuk mengecek kebenaran info tersebut.

Setelah tim lapangan melakukan observasi, Kepala BBKSDA Riau segera memerintahkan tim medis untuk melakukan nekropsi. Setelah dilakukan nekropsi, bangkai gajah kemudian dikuburkan di sekitar lokasi kematian dengan menggunakan alat berat PT Arara Abadi.

BBKSDA Riau memastikan tidak ditemukan adanya kekerasan fisik maupun keracunan sebagai penyebab kematian satwa dilindungi itu.

“Hasil pemeriksaan patologi anatomi, penyebab kematian gajah murni gangguan pencernaan, yaitu gastroenteritis kronis. Dimana makanan tidak dapat dicerna sehingga otomatis satwa tersebut pun kehilangan berat badannya,” kata Suharyono dalam keterangan tertulisnya yang diterima Minggu (9/2/2020). (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Gajah SumateraKonservasi Gajah
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.