• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Sejarah Pertama, Yunani Tunjuk Perempuan Jadi Presiden

by Redaksi Asiatoday
January 24, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sejarah Pertama, Yunani Tunjuk Perempuan Jadi Presiden

ASIATODAY.ID, ATHENA – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Yunani menunjuk dan mengangkat seorang perempuan jadi presiden.

Katerina Sakellaropoulou, seorang hakim pengadilan tinggi, dipilih dalam pemungutan suara parlemen negara itu oleh mayoritas besar pada Rabu (22/01/2020).

Melansir The Independent, Jumat (24/01/2020), penunjukan Katerina Sakellaropoulou untuk sebagian besar peran seremonial disahkan oleh 261 suara berbanding 33 suara, meraup mayoritas besar 200 suara yang diperlukan buat menunjuk peran tersebut.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Sakellaropoulou mengatakan akan merangkul ‘konsensus seluas mungkin’ sambil melayani negara dalam perannya, yang telah didukung oleh semua partai utama.

“Yunani menghadapi kondisi dan tantangan sulit abad ke-21, termasuk krisis keuangan, perubahan iklim, pergerakan massa penduduk, dan krisis kemanusiaan yang diakibatkannya, erosi aturan hukum dan segala macam ketidaksetaraan dan pengeluaran,” ujar Sakellaropoulou.

Dia dipandang sebagai kandidat non-partisan untuk peran tersebut dan bukan anggota aktif partai politik mana pun.

Yunani memiliki catatan buruk tentang keterwakilan perempuan dalam politik dan berada di antara yang paling tidak seimbang gender di Uni Eropa.

Perdana menteri negara itu Kyriakos Mitsotakis telah dikritik karena memilih Kabinet yang hampir semuanya laki-laki setelah kemenangan pemilu tahun lalu. Semua kecuali satu dari 18 posisi senior di Kabinet dipegang oleh laki-laki.

Mitsotakis menggambarkan Sakellaropoulou, 63, sebagai “ahli hukum yang hebat, memiliki kepribadian peradilan yang hebat yang menyatukan semua orang Yunani sejak prosedur ini dimulai”.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyambut penunjukan itu dan mengatakan negara itu “bergerak maju ke era baru kesetaraan”. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Asia EropaAthenaKaterina SakellaropoulouKerjasama Indonesia-YunaniYunani
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.