• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Selain Indonesia, Turki Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat Palestina

by Redaksi Asiatoday
May 20, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wabah Corona Meledak di Turki, 3.013 Kasus Baru dalam Sehari, 501 Tewas

Negara Turki. Ist

ASIATODAY.ID, ANKARA – Gelombang penolakan atas rencana Israel mencaplok kawasan Tepi Barat Palestina, terus datang dari seluruh Indonesia. Setelah Indonesia, Turki juga menyuarakan penolakan yang sama.

Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil sikap menentang rencana Israel itu.

“Kami menolak rencana Israel untuk mencaplok Tepi Barat dan menyerukan agar dunia mengambil sikap menentangnya. Pendudukan dan pencaplokan adalah kejahatan,” kata Ibrahim Kalin di Twitter, Rabu, (20/5/2020).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Kalin menegaskan, Turki akan mendukung semua langkah yang harus diambil untuk melawan pendudukan dan pencaplokan tanah Palestina.

Israel diperkirakan akan melaksanakan aneksasi pada 1 Juli seperti yang disepakati antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Ketua Partai Biru dan Putih, Benny Gantz.

Rencana itu datang sebagai bagian dari apa yang disebut ‘Kesepakatan Abad ini’ dari Presiden AS Donald Trump yang diumumkan pada 28 Januari. Ini merujuk ke Yerusalem sebagai “ibu Kota Israel yang tidak terbagi” dan mengakui kedaulatan Israel atas sebagian besar Tepi Barat.

Rencana tersebut menyerukan pembentukan negara Palestina dalam bentuk kepulauan yang dihubungkan oleh jembatan dan terowongan.

Para pejabat Palestina mengatakan bahwa di bawah rencana AS, Israel akan mencaplok 30-40 persen dari Tepi Barat, termasuk semua Yerusalem Timur.

Netanyahu pada Minggu mengajukan pemerintahan persatuannya kepada Knesset, atau parlemen Israel, mengakhiri lebih dari satu tahun kebuntuan politik.

Bulan lalu, ia dan saingannya yang berubah menjadi mitra Gantz mengumumkan bahwa mereka akan mengesampingkan perbedaan mereka dan membentuk pemerintah persatuan.

Di bawah kesepakatan itu, Gantz akan mengambil alih dari Netanyahu sebagai perdana menteri pada 17 November 2021.

Sikap Indonesia

Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI Achmad Rizal Purnama menegaskan, Indonesia akan tetap teguh pada prinsip Solusi Dua Negara untuk perdamaian Israel dan Palestina.

“Perkembangan yang ada di Timur Tengah menjadi perhatian Indonesia, terlebih untuk isu Palestina karena menyangkut amanat konstitusi negara,” kata Rizal, sehari sebelumnya.

“Apapun rencana terkait aneksasi, prinsip itu yang tidak bisa kita terima karena menyalahi berbagai macam hukum internasional dan bertentangan dengan two state solution (solusi dua negara),” imbuh dia.

Rizal mengungkapkan, aneksasi adalah salah satu bentuk hambatan perdamaian, yang malah memupuskan cita-cita Palestina untuk merdeka. Terlebih lagi, wilayah yang diambil selama ini dijadikan permukiman ilegal oleh Israel.

“Permukiman ilegal itu ditentang PBB,” tegasnya.

Selain di dalam negeri, di forum Dewan Keamanan PBB, Indonesia juga terus menyuarakan pertentangan atas perdamaian sebagaimana keinginan Presiden Amerika Serikat (AS) untuk Israel dan Palestina.

“Proposal itu hanya menguntungkan Israel yang adalah sekutu AS,” tandasnya. (ATN)

Tags: Amerika SerikatIsraelPalestinaTurkiUnited NationsYerusalem
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.