• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Selain Vaksin, Indonesia-Inggris Sepakat Perluas Kerja Sama Berbagai Bidang

by Redaksi Asiatoday
October 15, 2020
in News
Reading Time: 6 mins read
A A
0
Selain Vaksin, Indonesia-Inggris Sepakat Perluas Kerja Sama Berbagai Bidang

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menlu Inggris, Dominic Raab. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia dan Inggris sepakat untuk memperluas kerja sama bilateral. Prioritas pertama saat ini adalah vaksin Covid-19.

Kementerian Kesehatan RI telah menandatangani Letter of Intent (Lol) dengan Universitas Imperial College London (ICL) terkait upaya mendapatkan akses terhadap kandidat vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh ICL.

Setelah melalui serangkaian pembahasan dan negosiasi sejak bulan Juli 2020, pada tanggal 14 Oktober 2020 pukul 13.00 waktu London, Kementerian Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Slamet menandatangani LoI dengan ICL yang diwakili oleh Ian Walmsley dan VacEquity Global Health Ltd (VGH) yang diwakili oleh Simon Hepworth.

RelatedPosts

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Penandatangan Lol itu juga turut disaksikan oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri BUMN Erick Tohir.

“Dengan ditandatanganinya LoI tersebut, semakin meningkatkan peluang Indonesia untuk mendapatkan akses terhadap kandidat vaksin Covid-19 yang sebelumnya sudah diperoleh dengan Sinovac (China), Sinopharm (China) dan Astra Zeneca (Inggris),” kata Sekjen Kemenkes Oscar melalui keterangan tertulisnya yang diterima Kamis (15/10/2020).

Menurut Oscar, vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh ICL dan VGH itu berbasis strand kode genetik RNA sintesis dengan menggunakan teknologi self-amplifying RNA (saRNA).

Dengan demikian, pengembangan vaksin dengan menggunakan bahan RNA sintesis lebih efektif mengingat 1 liter bahan RNA sintesis dapat digunakan untuk menghasilkan 5 juta dosis vaksin.

“Vaksin yang dikembangkan oleh ICL ini juga termasuk kedalam top six WHO Covid-19 Candidate Vaccine. Selain itu, vaksin ini juga diklaim halal karena dibuat dari bahan sintetis,” ujarnya.

Adapun LoI itu berisi kesepakatan kedua belah pihak untuk melakukan kerja sama yang saling menguntungkan, antara lain:

a. Potensi pengadaan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh ICL dan VGH;

b. Kerja sama penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19 melalui uji klinis bersama;

c. Membuka peluang kerja sama penelitian yang lebih luas lainnya di masa mendatang sesuai dengan area kerja sama yang tertuang dalam MoU Bidang Kesehatan antara Indonesia dan Inggris yang ditandatangani pada bulan Juni 2020;

d. Membuka peluang kerja sama program peningkatan kapasitas dan pendidikan di bidang Kesehatan;

e. Membuka peluang beasiswa dan pertukaran pelajar untuk memperkuat hubungan antara ICL dan Indonesia.

Pertemuan Menlu

Sementara itu, pertemuan antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menlu Inggris, Dominic Raab juga menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama.

Retno mengungkapkan, pertemuan bilateral dengan Menlu Inggris, Dominic Raab merupakan pertemuan in person pertama setelah pertemuan virtual dalam pertemuan para Menlu ASEAN dengan Menlu Inggris pada bulan September lalu.

Inggris merupakan mitra strategis Indonesia sejak tahun 2012, dan Inggris merupakan mitra dagang ke-4 terbesar Indonesia dari Eropa dan merupakan peringkat pertama perdagangan kayu dari Eropa. Inggris juga merupakan mitra investasi ke-2 terbesar dari Eropa.

“Dalam pertemuan bilateral, kami sepakat untuk memperkuat kerja sama baik secara bilateral maupun dalam konteks multilateral. Semangat kerja sama penting untuk terus diperkuat di tengah tantangan besar yang dihadapi negara dunia terutama di masa pandemi ini,” kata Retno dalam siaran pers.

“Sebagai  sesama  negara  anggota  DK  PBB,  kita  sepakat  untuk  terus mengarus-utamakan multilateralisme. Kita juga sepakat memperkuat kerjasama pengelolaan COVID-19,” tambahnya.

Untuk  ASEAN,  Inggris  telah  menyampaikan  komitmen  1  juta poundsterling untuk ASEAN COVID-19 Response Fund.

Secara bilateral, Indonesia dan Inggris juga telah menandatangani MOU mengenai Kemitraan Riset dan Inovasi bulan pada bulan Agustus lalu dan MOU  serta  Rencana  Aksi  mengenai  “Anti-Microbial  Resistance”  bulan Juni Lalu.

“Di track multilateral kita memiliki komitmen yang sama untuk mendukung kerja  platform  kerja  sama  multilateral  seperti  WHO,  GAVI,  dan  CEPI dalam kerangka COVAX Facilities, terutama terkait akses setara terhadap vaksin yang aman dan terjangkau,” imbuhnya.

Sementara  itu,  untuk  kerjasama  perdagangan,  Retno menyampaikan  kekhawatiran  Indonesia  terhadap  rencana  Inggris memberlakukan  tindakan  due  diligence  untuk  beberapa  komoditas pertanian, termasuk kelapa sawit, kopi, kayu dan produk kayu.

Kebijakan  seperti  ini  memiliki  potensi  menjadi hambatan non-tarif ekspor Indonesia ke Inggris.

“Saya sarankan agar kita duduk dan membahas kemungkinan pembuatan “mutual  recognition”  dari  kebijakan  yang  telah  dimiliki  masing-masing negara mengenai supply chain sustainability,” imbuhnya.

Mengenai  kerjasama  investasi  dengan  Inggris,  Retno  menyambut  baik minat  kuat  dari  beberapa  investor  Inggris  di  bidang  renewable  energy, misalnya:

Aggreko yang merencanakan operasinya di Indonesia dari suplai gas dan diesel ke suplai solar PVs;

Orbital  Marine  Power  yang  merencanakan  membangun  proyek  “tidal turbine” yang akan memproduksi energi 10MW di wilayah timur Indonesia;

Nova Innovation yang berencana membangun “off-grid tidal turbine”

Pertemuan yang kedua adalah pertemuan dengan CEO CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovation).

“Inti pertemuan adalah membahas  tindak lanjut dari  due diligence  yang dilakukan CEPI terhadap Biofarma pada September lalu, selain itu, kita juga  membahas  peluang  kerjasama  strategis  yang  dapat  dilakukan beyond COVID-19,” jelasnya.

CEPI  menghargai  komitmen  Indonesia  untuk  melakukan  kerja  sama dengan  CEPI.  CEO  CEPI  menyampaikan  bahwa  hasil  due  diligence terhadap Bio Farma menunjukkan hasil yang sangat baik. Oleh karena itu, CEPI siap melakukan kerjasama dengan Bio Farma.

Hasil baik due diligence  ini juga merupakan pengakuan, terhadap  kapasitas  dan  kualitas  yang  dimiliki  Bio  Farma  untuk manufacturing vaksin.

Selain itu, CEPI juga menyambut dengan baik keinginan Indonesia untuk melakukan kerjasama strategis jangka panjang dengan CEPI, antara lain untuk:

pengembangan  berbagai  platform  teknologi  rapid  vaccine  dan imunoprofilaksis untuk melawan patogen yang tidak diketahui. Dan juga melakukan  riset  dan  pengembangan  inovasi  vaksin  berpotensi epidemi/pandemi.

Sebagai  bentuk  komitmen  Indonesia  terhadap  upaya  multilateral  untuk menjamin akses setara terhadap vaksin yang aman dan dengan harga terjangkau,  maka  selama  pertemuan  dengan  CEPI,  Indonesia  telah menyampaikan keinginannya untuk menjadi bagian dari  CEPI Investors Council.

Besaran kontribusi Indonesia terhadap CEPI akan dibahas lebih lanjut.

Retno menerangkan, pertemuan di London Inggris menghasilkan sejumlah hal;

“Pertama,  kita  telah  mengamankan  tambahan  kebutuhan  vaksin  untuk Indonesia dari AstraZeneca.

Kedua, kita sambut baik laporan due diligence CEPI terhadap Bio Farma yang  mengatakan  hasilnya  sangat  baik.  Selain  pengakuan  terhadapkapasitas dan kualitas Bio Farma, hasil  due diligence  ini akan membuka pintu  bagi  Bio  Farma  untuk  melebarkan  networking  kerja  sama internasional.

Ketiga,  sebagai  salah  satu  bentuk  dukungan  Indonesia  terhadap penyediaan akses vaksin bagi semua atau vaccine for all, Indonesia telah menyampaikan rencana kontribusi terhadap CEPI.

Keempat,  berbagai  pertemuan  di London juga sangat bermanfaat  bagi upaya kita untuk memperkuat health security dan kemandirian Indonesia dalam menghadapi  infectious diseases  masa depan dalam kerja sama teknis dengan CEPI dan ICL,” tandasnya. (ATN)

Tags: Kerjasama Indonesia-Inggris
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.