• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Selamatkan 29 Ribu Karyawan, Lion Air Group tidak PHK hanya Pangkas Gaji

by Redaksi Asiatoday
May 20, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Lion Air : 7 Penumpang dari China Negatif Virus Corona

Maskapai Lion Air. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Lion Air Group yang mengoperasikan maskapai Lion Air, Batik Air, Wings Air hingga kini belum memangkas jumlah karyawan, kendati maskapai mengalami dampak besar pandemi coronavirus (Covid-19).

Tercatat, ada 29 ribu karyawan yang bekerja di Lion Air Group.

Menurut Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, pandemi coronavirus sangat memukul industri penerbangan dan dampaknya dirasakan oleh semua maskapai termasuk Lion Air Group.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Saat ini pendapatan maskapai sangat minim karena ada pembatasan perjalanan. Sekarang penerbangan hanya 5 persen dari kapasitas normal sebelumnya rata-rata 1.000 penerbangan per hari,” kata Danang, Rabu (20/5/2020).

Danang menjelaskan, dengan kondisi ini, Lion Air Group mengambil kebijakan dengan melakukan pembicaraan bersama mitra-mitra usaha serta melakukan pemotongan pengahasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai prosentase bervariasi, semakin besar penghasilan semakin besar nilai nominal potongannya.

“Semakin besar penghasilan, semakin besar nilai nominal potongannya. Kebijakan-kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterapkan pada Maret, April, Mei sampai waktu yang belum ditentukan,” jelasnya.

Keputusan perusahaan memangkas gaji pegawai telah melalui prosedur yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan.

Selain memotong gaji, Lion Air pun menunda pemberian tunjangan hari raya atau THR kepada seluruh pegawainya. Pemberian THR dengan nominal sebagian hanya diberikan kepada kelompok pegawai berpenghasilan sama dengan upah minimum. Kelompok pegawai ini mayoritas bekerja sebagai tenaga kebersihan, pengamanan, pengemudi, porter, dan staf tertentu.

Adapun nilai nominal THR yang diberikan belum sepenuhnya ini rencananya akan dipenuhi jika operasional normal kembali dan kondisi perusahaan membaik. Kemudian, penundaan seluruhnya dilakukan untuk kelompok menengah seperti mekanik, awak kabin, dan staf. Pemberian THR ini akan dilaksanakan pada tahap berikut jika operasional penerbangan sudah normal kembali serta kondisi beranjak stabil.

Sedangkan pemberian THR kepada kelompok pegawai dengan penghasilan tinggi seperti penerbang (awak kokpit) dan pejabat struktural atau manajemen akan diberikan di tahap terakhir. Manajemen masih akan menunggu kondisi operasional penerbangan normal.

Pemotongan gaji dan penangguhan pemberian THR dilakukan setelah perusahaan memutuskan untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.

“Pertimbangan utama ialah sebagai keluarga besar yang terdapat di dalamnya kurang lebih 29.000 karyawan menggantungkan pada bisnis ini untuk keberlangsungan hidup,” terang Danang.

Danang mengungkapkan, saat ini manajemen masih terus memonitor, mengumpulkan data dan informasi, serta mempelajari kapan saatnya industri penerbangan domestik dan internasional akan beroperasi normal kembali.

Lion Air Group juga tengah meminimalisasi beban yang ditanggung dari adanya wabah dengan berbagai cara lainnya. (ATN)

Tags: Batik AirLion AirLion GroupWings Air
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.