• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Seluruh Konten Anti Vaksin Segera Hilang di YouTube

by Redaksi Asiatoday
September 30, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
YouTube Pegang Lisensi Streaming Eksklusif Turnamen Overwatch dan Call of Duty

YouTube. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – YouTube menerapkan kebijakan tegas memblokir semua konten yang berbau antivaksin terutama hal tidak benar tentang vaksin COVID-19. Mulai dari konten yang menuduh vaksin COVID-19 dapat menyebebabkan masalah kesehatan hingga informasi yang salah seperti kandungan zat dalam vaksin.

Kebijakan tegas YouTube ini disampaikan melalui blognya pada Rabu (29/9/2021).

“Hari ini kami memperluas kebijakan misinformasi medis kami di YouTube dengan pedoman baru tentang vaksin yang saat ini diberikan yang disetujui dan dikonfirmasi aman dan efektif oleh otoritas kesehatan setempat dan WHO,” tulis YouTube melalui blog yang dimonitor Kamis (30/9/2021).

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

YouTube juga melihat bahwa klaim hoaks soal vaksin COVID-19 ini telah menyebar luas secara umum. Bukan cuma vaksin COVID-19 tapi merembet hoaks soal vaksin lain.

Bukan baru-baru ini saja YouTube menghapus konten hoaks seputar vaksin COVID-19. Sejak tahun lalu, YouTube sudah menghapus lebih dari 130 ribu konten tidak tepat tentang vaksin COVID-19.

Konten yang dihapus merujuk pada panduan COVID-19 yang dikeluarkan WHO serta berkonsultasi dengan pakar kesehatan.

“Kebijakan ini berlaku mulai Rabu, 29 September 2021 dan seperti pembaruan signifikan lainnya, butuh waktu untuk menegakkan aturan tersebut,” kata mereka.

Selain YouTube, perusahaan video online Alphabet juga melarang video yang antivaksin. Perusahaan ini juga menurunkan beberapa saluran video mengenai gerakan antivaksin.

Tindakan YouTube serta media sosial lainnya ini sebagai jawaban atas kritik masyarakat karena sebelumnya dianggap kurang tegas dalam menyetop berita hoaks soal vaksin. (ATN)

Tags: GoogleHoaksVaksin Covid-19YouTube
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.