• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Shanghai Electric Ungkap Prospek Pasar PLTA di China yang Menjanjikan

by Redaksi Asiatoday
July 29, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Shanghai Electric Ungkap Prospek Pasar PLTA di China yang Menjanjikan

Shanghai Electric Operasikan Turbin angin lepas pantai 8 MW dengan teknologi black start yang pertama di China. Ist

ASIATODAY.ID, SHANGHAI – Usai sukses mengoperasikan turbin angin lepas pantai 8 MW dengan teknologi black start yang pertama di China, Shanghai Electric mengungkap strategi dan prospek pasar pembangkit listrik tenaga angin (PLTA) di China bersama BloombergNEF.

Shanghai Electric juga berbagi tentang upayanya untuk menghadirkan sistem energi angin yang lebih andal, tahan lama, dan stabil. Dengan demikian, perekonomian yang lebih sehat, berkelanjutan, serta rendah karbon bisa terwujud di masa depan.

Segmen pasar PLTA lepas pantai dan darat di China tengah mengeksplorasi “unit-unit turbin berkapasitas besar dan transformasi digital”.

RelatedPosts

U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

“Untuk itu, Shanghai Electric membuat sarana uji coba dan verifikasi turbin angin lepas pantai di atas 10 MW, serta sistem terpadu untuk energi terbarukan,” ujar Pengju Kang, Chief Digital Officer & Engineering General Manager, Shanghai Electric Wind Power Group (SEWPG), dalam sebuah wawancara dengan BloombergNEF, sebagaimana keterangan tertulis, Rabu (29/7/2020).

Berbicara tentang peran dari proyek penting tersebut, Kang mengungkapkan bahwa Shanghai Electric memanfaatkan momentum pada segmen pasar turbin lepas pantai di China.

Kapasitas PLTA yang segera tersambung ke jaringan listrik kelak mencapai 26 GW pada akhir 2025. Dengan demikian, tren ini akan mempercepat litbang dan menghadirkan berbagai solusi energi terbarukan yang terkemuka di dunia.

“Saat ini, kami tengah membuat sarana uji coba dan verifikasi untuk turbin angin lepas pantai di atas 10 MW, serta menjajaki teknologi 5G dan internet of things untuk mengembangkan sistem terpadu yang menggabungkan energi angin, energi surya, serta penyimpanan energi (energy storage) sebagai sumber daya terbarukan,” jelas Pengju Kang.

“Kebutuhan atas unit-unit terapung di segmen laut dalam dan laut luas segera meningkat di China. Segmen ini mencakup lebih dari 80 persen sumber daya PLTA lepas pantai. Kami tengah menjajaki cara untuk membuat terobosan teknis, seperti menurunkan batas kedalaman air dalam penggunaan turbin terapung serta sektor maritim yang berada di laut luas dan mengalami angin topan yang kencang,” jelasnya.

SEWPG juga memperluas jangkauan globalnya melalui unit-unit khusus yang berbasiskan platform produk 2,5 MW dan 4 MW untuk segmen PLTA lepas pantai di luar negeri.

Selain itu, SEWPG tengah mengembangkan model-model produk yang cocok dipakai di jaringan listrik 60Hz di luar negeri. Langkah ini diambil SEWPG demi memenuhi tingkat kebutuhan regional di sejumlah negara seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Kanada.

Ketika rantai pasokan global semakin terintegrasi dengan ekosistem PLTA di China, Shanghai Electric, vendor yang menyediakan sistem PLTA untuk seluruh siklus pemakaian produk, telah menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah perusahaan internasional di hampir setiap segmen dalam rantai nilai industri, termasuk generator, gearbox, bearing, perangkat dan platform digital untuk Litbang dan desain.

Lebih lagi, Shanghai Electric berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan terpesat dalam beberapa tahun terakhir, yakni meningkat 51 persen secara tahunan dari 2018-2019.

Sementara, pendapatan Shanghai Electric dari segmen tenaga panas bumi hanya meningkat 8,4 persen dalam periode yang sama. Pada akhir Juni, Shanghai Electric mengumumkan rencana pencatatan saham perdana (IPO) unit bisnis PLTA-nya, Shanghai Electric Wind Power Group.  (AT Network)

Tags: Energi Baru TerbarukanGreen EnergyIndustri Energi BersihShanghai Electric Power Construction
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.