• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Singapura akan Impor 30 Persen Energi Terbarukan pada 2035

by Redaksi Asiatoday
October 27, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Penuhi Kebutuhan Listrik, Indonesia Total ke Energi Bersih

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Ilustrasi

ASIATODAY.ID, SINGAPURA – Singapura akan mengimpor sekitar 30 persen kebutuhan listriknya dari sumber rendah karbon, seperti pembangkit energi terbarukan, pada 2035. Rencana itu merupakan upaya Singapura untuk mengurangi lebih banyak jejak karbon di sektor ketenagalistrikannya.

Langkah ini akan memungkinkan Singapura, yang tidak memiliki akses ke sebagian besar pilihan energi terbarukan selain surya, untuk memanfaatkan sumber-sumber seperti energi angin dan tenaga air di negara lain.

“Mengimpor energi rendah karbon akan menjadi penggerak utama dalam transisi energi Singapura dalam jangka pendek hingga menengah,” kata Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong pada Senin (25/10) pada pembukaan Pekan Energi Internasional Singapura, dikutip Straitstimes, Selasa (26/10/2021).

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Dengan sektor listrik yang menyumbang hampir seperempat dari emisi global, Kata Gan, dekarbonisasi pembangkit listrik adalah inti dari upaya perubahan iklim global.

Gan menambahkan bahwa banyak negara telah berjanji untuk mentransisikan sektor listriknya, mengurangi ketergantungan pada batu bara dan bahan bakar fosil lainnya, dan mengembangkan lebih banyak sumber energi terbarukan.

Namun, transisi energi akan menjadi tantangan dan bahkan berisiko jika transisi tidak dikelola dengan baik, kata Gan, mengutip krisis energi global yang sedang berlangsung yang telah menyebabkan lonjakan harga listrik di Singapura.

Karena gas alam menghasilkan lebih sedikit karbon dioksida saat dibakar, dibandingkan dengan batu bara atau minyak, banyak negara beralih ke bahan bakar ini untuk mengurangi emisi karbon mereka. Hal ini semakin meningkatkan permintaan gas.

Menurut Gan, ketika suatu negara mengganti sebagian besar sumber energi tradisionalnya dengan yang baru dalam waktu singkat, risiko keamanan dan keandalan yang tidak terduga dapat muncul.

“Hal ini terlihat di beberapa pasar energi dimana kelangkaan energi terbarukan dan peningkatan permintaan gas menyebabkan harga listrik naik,” katanya.

Namun Gan mengatakan Singapura tidak akan meninggalkan atau memperlambat transisi energinya. “Nasib planet kita tidak mengizinkan itu,” katanya.

Gan juga mencatat bahwa transisi ke energi terbarukan, termasuk mengimpor listrik, mungkin tidak berarti listrik lebih murah.

“Meskipun biaya pembangkitan mungkin lebih rendah, biaya transmisi dan cadangan, serta peningkatan jaringan yang diperlukan, akan menambah biaya keseluruhan. Ini adalah pertukaran yang tak terhindarkan tetapi perlu dalam transisi energi,” tambahnya.

Singapore International Energy Week adalah konferensi lima hari yang diadakan dalam format fisik dan virtual hibrida, dengan beberapa peserta hadir di Sands Expo and Convention Center di Marina Bay Sands. (ATN)

Tags: Asia Clean Energy SummitAsia EnergyEnergi Baru TerbarukanGreen EnergySingapura
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.