ASIATODAY.ID, JAKARTA – Provinsi Sumatera Utara mencatatkan nilai ekspor Teh yang fantastis. Pada semester I/2020, Sumatera Utara mengekspor Teh sebanyak 461 ton dengan nilai Rp10, 4 miliar dengan tujuan 9 negara di Asia dan Eropa.
“Ekspor Teh dari Sumatera Utara dilakukan melalui Pelabuhan Belawan dan sejak Januari 2020 hingga masa pandemi Covid-19,” kata Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul melalui keterangan tertulisnya, Rabu (8/7/2020).
Berdasarkan data aplikasi onlinie IQFAST Karantina Pertanian Belawan, sembilan negara tujuan ekspor teh asal Sumatera Utara itu diantaranya Malaysia, Taiwan, Thailand, Vietnam, Brunai Darussalam, Pakistan, Jerman, RRC dan Iran.
“Ekspor Teh dari Sumatera Utara selama semester I/2020 baru mencapai 39 persen dari total ekspor Teh Sumut pada tahun 2019 yang mencapai 1.196 ton, ” jelasnya.
Menurut Hasrul, Karantina Pertanian Belawan, terus mendorong dan memberikan pendampingan teknis kepada petani dan pelaku industri agar ekspor Teh dan komoditas lainnya lebih meningkat.
Akhir pekan lalu, pihaknya melakukan kunjungan ke Kebun Bah Butong, kebun teh milik PTPN IV.
Saat kunjungan itu, Karantina Pertanian Belawan melakukan sosialisasi program gerakan tiga kali ekspor (Gratieks) dan melakukan pendampingan teknis agar komoditas Teh itu memenuhi standar persyaratan karantina sehingga lolos di negara tujuan ekspor.
“Kami berikan pendampingan bagaimana proses mitigasi OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) pada tempat produksi dan kemasan teh sehingga dapat memiliki sanitasi yang baik,” ujarnya.
Sesuai target Kementerian Pertanian, tahun 2024 harus ada lompatan ekspor komoditas pertanian hingga tiga kali lipat melalui program Gratieks.
Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, sebagai penanggungj awab program Gratieks telah menginstruksikan kepada seluruh unit pelaksana teknis karantina di seluruh Indonesia untuk melakukan sinergisitas, serta pendampingan teknis kepada para pelaku ekspor di seluruh Indonesia agar dapat mencapai target Gratieks. (AT Network)
