• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Tabrakan Kereta di India, 275 Orang Tewas

by Redaksi Asiatoday
June 5, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Tabrakan Kereta di India, 275 Orang Tewas

Tabrakan kereta di India. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Otoritas India pada Minggu (4/6/2033), mengumumkan telah mengakhiri evakuasi korban kecelakaan kereta api, yang menewaskan sedikitnya 275 orang.

“Sekarang operasi penyelamatan selesai,” ujar kepala sekretaris negara bagian timur Odisha, Pradeep Jena dilansir dari CNA, Senin (5/6/2023).

Lebih dari 900 orang telah dipulangkan dari rumah sakit, sedangkan 260 masih dirawat, dengan satu pasien dalam kondisi kritis, kata pemerintah negara bagian Odisha dalam pembaruan informasi, Minggu malam.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Kereta Api India yang dikelola negara, mengangkut lebih dari 13 juta orang setiap hari. Catatan keamanan moda transportasi ini tidak stabil dan diduga penyebabnya adalah infrastruktur yang menua.

Perdana Menteri Narendra Modi, yang menghadapi pemilihan umum tahun depan, mengunjungi tempat kejadian pada Sabtu untuk berbicara dengan petugas penyelamat, memeriksa reruntuhan dan menemui beberapa korban luka.

“Mereka yang dinyatakan bersalah akan dihukum berat,” kata Modi.

Investigasi awal menunjukkan Coromandel Express, menuju Chennai dari Kolkata, keluar dari jalur utama dan memasuki jalur melingkar, jalur samping yang digunakan untuk memarkir kereta dengan kecepatan 128 km/jam.

Hal itu disampaikan oleh salah satu pejabat kementerian perkeratapian Varma Sinha. Kereta itu, sambung Sinha, kemudian menabrak kereta barang yang diparkir di jalur melingkar. Tabrakan itu menyebabkan mesin dan empat atau lima gerbong pertama dari Coromandel Express melompati rel terguling dan menabrak dua gerbong terakhir dari kereta Yeshwantpur-Howrah yang mengarah ke arah berlawanan dengan kecepatan 126 kp/jam di jalur utama kedua.

Pengemudi kedua kereta penumpang itu selamat dan hanya memgalami luka-luka.

“Penyelidikan sekarang difokuskan pada sistem manajemen jalur yang dikendalikan komputer, yang disebut “sistem interlocking”, yang mengarahkan kereta ke jalur kosong di titik pertemuan dua jalur,’ ujar Sinha.

Sistem tersebut diduga tidak berfungsi dan seharusnya tidak memungkinkan Coromandel Express mengambil jalur melingkar. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: IndiaKecelakaan Kereta
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.