• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Taiwan-AS Bahas Pemerintahan Demokratis di Kawasan Indo-Pasifik

by Redaksi Asiatoday
November 1, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AS Dukung Penuh Taiwan Berkiprah dalam Tatanan Internasional dan PBB

Kemitraan Amerika Serikat (AS) dan Taiwan. Dok

ASIATODAY.ID, TAIPEI – Taiwan dan Amerika Serikat terus memperkuat konsolidasi terkait penguatan Pemerintahan Demokratis di kawasan Indo-Pasifik.

Taiwan dan AS kembali menggelar pertemuan secara tatap muka bertempat di kantor American Institute in Taiwan (AIT/T), dan secara telekonferensi dengan Washington DC, Jumat (29/10/2020).  
 
Pertemuan diikuti Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk bidang Demokrasi, HAM, dan Perburuhan, Robert Destro. Selain itu, pertemuan juga turut diikuti oleh International Republican Institute (IRI), National Democratic Institute (NDI), National Endowment for Democracy (NED), dan Taiwan Foundation for Democracy.        

Menlu Joseph Wu mengungkapkan, Taiwan dan Amerika Serikat telah mengumumkan pembentukan mekanisme dialog, dan selama 1 tahun terakhir kedua belah pihak telah berdiskusi tentang kerja sama untuk mendorong pemerintahan demokratis, kebebasan, pemberdayaan perempuan, dan tata pelaksanaan pemerintahan yang baik di kawasan Indo-Pasifik.

RelatedPosts

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

OPEC+ Builds New Energy Alliance

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

“Taiwan adalah benteng penjaga demokrasi dan kebebasan. Tindakan provokasi yang sedang marak dilakukan oleh China belakangan ini tidak hanya ditujukan kepada Taiwan, tetapi juga telah memberi dampak terhadap perdamaian dan stabilitas regional,” kata Joseph Wu dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11/2020).

Menlu Joseph Wu menyerukan kepada negara-negara demokrasi untuk terus waspada.      

Sebelumnya pada tanggal 18 September, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk bidang Demokrasi, HAM, dan Perburuhan, Robert Destro dan Duta Besar Keliling AS di PBB, Kelley Currie, telah mengadakan dialog dengan Taiwan untuk membahas isu-isu terkait.
 
Dalam rapat penutupan kali ini para peserta melakukan peninjauan menyeluruh terhadap pembahasan dan pencapaian yang telah dihasilkan sejak pertemuan pertama, serta mendirikan kerangka pembahasan untuk bidang kerja sama dalam pertemuan selanjutnya.
 
Taiwan akan terus mempererat kerja sama dengan AS dan negara-negara sehaluan lainnya, untuk mendorong kebebasan beragama, pemberdayaan perempuan, pemberantasan hoaks, transparansi pemerintahan, serta pelaksanaan pemilihan umum yang jujur dan adil, untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai demokrasi, kebebasan, keterbukaan, dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik. (AT Network)  

Tags: Amerika SerikatIndo PasifikTaiwan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.