• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Taiwan dan Thailand ‘Ribut’ Soal Vaksin Covid-19

by Redaksi Asiatoday
June 14, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Anggarkan Rp18 Triliun untuk Pengadaan Vaksin Covid-19 Bagi 160 Juta Jiwa

Vaksin Covid-19. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Taiwan dan Thailand terlibat ‘keributan’ soal vaksin Covid-19. Hal itu dipicu oleh protes Taiwan terhadap Thailand yang dianggap memblokir ekspor vaksin Covid-19 Astrazeneca.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan pada Jumat (11/6) Taiwan telah memesan 10 juta dosis dari Astrazeneca, yang sebagian besar memproduksinya di Thailand. Tetapi Thailand justru memberikan prioritas agar vaksin digunakan di Thailand.

Sementara itu, Thailand membantah memblokir ekspor vaksin Covid-19 Astrazeneca. Seperti dilaporkan Reuters, Minggu (13/6/2021), seorang perwakilan pemerintah Thailand mengeluarkan bantahan tersebut. Bantahan dilontarkan setelah Taiwan menuding Thailand menyimpan sendiri dosis vaksin yang diproduksinya.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Thailand tidak memblokir ekspor Astrazeneca. Itu urusan produsen yang mengelola,” kata wakil juru bicara pemerintah Thailand, Traisuree Taisaranakul di Twitter pada Sabtu malam.

Taisaranakul tidak merinci apakah yang dia maksud adalah AstraZeneca atau pabrikan Thailand, Siam Bioscience.

Kementerian kesehatan tidak dapat dihubungi pada hari Minggu, dan kedua perusahaan menolak untuk mengomentari alasan penundaan ekspor.

Baik Thailand dan Taiwan telah mengalami lonjakan kasus virus corona dalam beberapa pekan terakhir setelah berbulan-bulan berhasil mengendalikan wabah mereka.

Sementara itu, Filipina menyatakan bulan ini mereka mengharapkan penundaan vaksin buatan Thailand Astrazeneca karena penundaan produksi. Malaysia juga mengatakan mengharapkan penundaan.

Rencana distribusi Astrazeneca di Asia Tenggara bergantung pada 200 juta dosis yang dibuat oleh Siam Bioscience, perusahaan milik raja Thailand yang pertama kali membuat vaksin. (ATN)

Tags: TaiwanThailandVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.