• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Taiwan Pilih Diplomasi, Tak Ingin Konfrontasi Militer dengan China

by Redaksi Asiatoday
October 8, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Presiden Tsai Serukan Komunitas Global Waspadai Konflik di Laut China Timur dan Selatan

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Ist

ASIATODAY.ID, TAIPEI – Taiwan lebih memilih jalur diplomasi dan tidak menginginkan konfrontasi militer dengan China. Namun Taiwan tidak akan pernah mundur dan bertekad mempertahankan kedaulatan dan kebebasannya.

“Taiwan akan melakukan apapun untuk mempertahankan kebebasannya, kata Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, Jumat (8/10/2021).

Pernyataan tersebut diungkap Ing-wen menyusul ketegangan yang kian memanas antara China dengan Taiwan dan memicu kekhawatiran dunia.

RelatedPosts

Indonesia Launches US$20.9 Billion Abadi LNG Megaproject

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Taiwan yang diklaim China sebagai wilayahnya melaporkan hampir 150 pesawat angkatan udara China terbang memasuki zona udara pertahanannya selama 4 hari mulai Jumat lalu kendati misi tersebut telah berakhir.

Taiwan mengeluhkan tindakan China seperti itu selama lebih dari setahun yang mereka anggap sebagai “perang zona abu-abu” yang dirancang untuk melemahkan angkatan bersenjata Taiwan dan menguji kemampuan mereka untuk merespons.

“Taiwan tidak menginginkan konfrontasi militer,” kata Tsai dalam sebuah forum tentang keamanan di Taipei.

“Kami berharap dapat hidup berdampingan dengan damai, stabil, terprediksi, dan saling menguntungkan dengan negara-negara tetangga. Namun, Taiwan juga akan melakukan apapun untuk mempertahankan kebebasan dan cara hidup berdemokrasinya,” tegasnya.

Menurut dia, kesejahteraan di wilayah Indo Pasifik memerlukan lingkungan yang damai, stabil, dan transparan, dan banyak kesempatan di wilayah tersebut.

“Tetapi, kondisi ini juga memicu ketegangan baru dan kontradiksi sistemik yang memberikan dampak menghancurkan pada keamanan internasional dan ekonomi global jika tidak ditangani dengan hati-hati,” ujarnya.

Tsai menambahkan Taiwan akan bekerja sama dengan negara-negara lain sekawasan untuk memastikan stabilitas.

“Taiwan berkomitmen penuh untuk berkolaborasi dengan pelaku regional guna mencegah konflik bersenjata di China Timur, Laut China Selatan, dan Selat Taiwan,” tandasnya. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China SelatanLaut China Timur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Launches US$20.9 Billion Abadi LNG Megaproject
  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.