ASIATODAY.ID, DUSHANBE – Tajikistan membuka ruang kerja sama seluasnya bagi Indonesia.
Presiden Tajikistan Emomali Rahmon mengungkapkan hal itu kepada Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Republik Tajikistan, Fadjroel Rachman saat menyerahkan Surat Kepercayaan (Letters of Credence) di Istana Presiden di Dushanbe, Tajikistan.
“Kami menyambut Duta Besar baru Indonesia untuk Republik Tajikistan, H.E. Dr. Mochamad Fadjroel Rachman. Kami berharap ke depan hubungan bilateral kedua negara bisa lebih maju ke tahap yang lebih menjanjikan, khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, pendidikan, pariwisata dan budaya,” kata Presiden Rahmon dikutip dari siaran pers Jumat (17/6/2022).

Menurut Presiden Emomali Rahmon, Indonesia merupakan negara yang sangat penting bagi Republik Tajikistan.
Presiden Emomali Rahmon sendiri sudah tiga kali berkunjung ke Indonesia, yaitu pada tahun 2003, 2005, dan 2016.
“Indonesia mempunyai status khusus di Asia Tenggara dan juga di dunia muslim. Kami mengundang perusahaan Indonesia untuk berinvestasi atau mendirikan perusahaan joint venture di Tajikistan,” ungkap Presiden Rahmon.
Sementara itu, Dubes Fadjroel menyampaikan salam hormat dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Rahmon, serta salam dari rakyat Indonesia kepada rakyat Tajikistan.
“Saya juga menyampaikan salam hormat dari Presiden Joko Widodo serta salam dari 273 juta jiwa rakyat Indonesia kepada 9 juta jiwa rakyat Tajikistan. Suatu hari nanti kami berharap Presiden Rahmon bisa kembali melaksanakan official visit ke Indonesia, demikian juga Presiden Joko Widodo bisa berkunjung ke Tajikistan,” kata Dubes Fadjroel.
Dubes Fadjroel juga menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo tentang prioritas diplomasi ekonomi, dimana prioritas utama diplomasi Indonesia adalah diplomasi ekonomi yaitu sebesar 70-80 persen.
Dubes Fadjroel menjelaskan tentang persamaan serta hubungan baik antara Indonesia dan Tajikistan yang sudah berlangsung lama dan perlu terus dikembangkan untuk kemajuan kedua negara.
“Pemerintah Indonesia mengakui kemerdekaan Republik Tajikistan pada 28 Desember 1991. Indonesia dan Tajikistan telah membangun persahabatan yang baik dalam waktu Yang cukup panjang dan kami percaya bahwa kita masih memiliki banyak potensi kerja sama yang harus dikejar lebih lanjut untuk memperkuat hubungan bilateral kita. Indonesia dan Tajikistan memiliki banyak persamaan, seperti mayoritas penduduk kedua negara adalah muslim dan juga perekonomian yang terus tumbuh,” jelasnya.
Dubes Fadjroel memaparkan tentang upayanya untuk terus membuka kerjasama di segala bidang, termasuk semakin menggiatkan Pencak Silat di Tajikistan.
“Kami membuka peluang kerja sama di segala bidang, seperti perdagangan, pariwisata, pendidikan, ekonomi, dan budaya. Jadi salah satu kekayaan budaya yang Indonesia yang akan kami bawa sebagai lokomotif budaya Indonesia adalah Pencak Silat. Alhamdulillah, saat ini sudah terbentuk asosiasi Pencak Silat Tajikistan dengan anggota sekitar 500 orang”, kata dia.
Pada akhir acara, Dubes Fadjroel mengundang Presiden Tajikistan untuk menghadiri World Water Forum 2024 yang akan dilaksanakan di Indonesia.
“Dengan hormat kami mengundang Bapak Presiden, HE. Emomali Rahmon untuk hadir dalam acara World Water Forum 2024 di Bali, Indonesia,” kata Dubes Fadjroel. (ATN)
