• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

‘Tak Ada Lagi Habitat Bagi Flora dan Fauna Endemik di Australia’

by Redaksi Asiatoday
January 20, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
‘Tak Ada Lagi Habitat Bagi Flora dan Fauna Endemik di Australia’

ASIATODAY.ID, CANBERRA – Kebakaran hutan yang melanda wilayah Australia menyisakan bencana ekologi.

Kebakaran yang terjadi sejak September 2019 lalu, telah membakar lebih dari separuh habitat 100 hewan dan tumbuhan, termasuk 32 spesies terancam punah. Sementara sejumlah pakar lingkungan khawatir krisis kali ini telah membuat lebih dari 1 juta hewan di Negeri Kanguru mati terbakar.

Tak hanya itu, krisis kebakaran hutan di Australia juga telah menewaskan 28 orang, merusak ratusan rumah dan menghanguskan jutaan hektare lahan.

RelatedPosts

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

Otoritas Australia mengatakan, upaya memastikan jumlah korban tewas dan juga dampak kerusakan akibat kebakaran hutan membutuhkan waktu hingga berpekan-pekan. Ini dikarenakan masih banyak area yang masih berbahaya untuk didatangi.

Dalam laporan terbaru Departemen Lingkungan dan Energi Australia, Senin 20 Januari 2020, disebutkan bahwa kebakaran hutan telah berdampak pada lebih dari 10 persen total habitat hewan dan tumbuhan di seantero negeri.

Lebih dari 80 persen habitat dari 49 spesies di Australia berada dalam zona kebakaran. Sementara untuk 65 spesies lainnya, habitat yang terbakar berkisar 50-80 persen.

Sally Box, komisioner Spesies Terancam Punah dari Departemen Lingkungan Hidup Australia, mengatakan bahwa laporan terbaru ini baru merupakan tahap awal dalam memahami dampak sebenarnya dari krisis kebakaran hutan.

“Beberapa spesies lebih rentan terkena api, dan beberapa area juga terbakar lebih hebat dari wilayah lain. Analisis lebih lanjut diperlukan sebelum kita dapat mengetahui dampak sepenuhnya dari bencana ini,” kata Box, melansir AFP.

Spesies terancam yang berada di zona kebakaran Australia meliputi 272 jenis tanaman, 16 mamalia, 14 kodok, tujuh reptil, empat serangga, empat ikan dan satu laba-laba.

Sementara dari 32 spesies terancam punah di Australia, sebagian besarnya adalah tumbuh-tumbuhan. Sementara sisanya termasuk spesies kodok, kura-kura dan tiga jenis burung. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Asia PasifikAustraliaAustralia BurnClimate ChangeClimate CrisisClimate EmergencyKebakaran Hutan AustraliaSave Earth
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.