• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Target Zero Karbon, Jepang Mulai Fokus ke Kendaraan Listrik

by Redaksi Asiatoday
December 3, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jepang Larang Masuk Warga dari Amerika, China, Korsel dan Eropa

Negara Jepang. Ist

ASIATODAY.ID, TOKYO – Pemerintah Jepang mulai mempertimbangkan langkah revolusioner dengan melarang penjualan mobil baru bermesin bensin pada pertengahan 2030-an, dan mulai beralih ke kendaraan hibrida atau listrik.

Langkah tersebut akan mengikuti janji Perdana Menteri Yoshihide Suga pada Oktober lalu yang memangkas emisi karbon Jepang menjadi nol secara bersih pada 2050 mendatang.

Langkah ini juga sekaligus menjadikan Jepang sebagai negara G7 kedua yang menetapkan tenggat waktu untuk menghapus secara bertahap kendaraan berbahan bakar bensin.

RelatedPosts

U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

Dikutip dari NHK, Kepala Juru Bicara Pemerintah Jepang Katsunobu Kato mengatakan pada konferensi pers Kamis (3/12/2020), bahwa Kementerian Perindustrian Jepang akan memetakan sebuah rencana pada akhir tahun ini.

Kementerian Perindustrian Jepang sedang mempertimbangkan untuk mewajibkan semua kendaraan baru menjadi mobil listrik termasuk kendaraan hibrida. Selain itu, Kementerian Perindustrian Jepang akan menyelesaikan target formal setelah debat panel ahli pada akhir tahun ini.

Di Jepang, pangsa kendaraan listrik akan meningkat menjadi 55 persen pada 2030, menurut Boston Consulting Group dalam sebuah laporan tentang prospek mobil bertenaga baterai.

Secara global, “kecepatan perluasan pangsa kendaraan listrik akan meningkat karena fakta harga baterai turun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya”, kata Boston Consulting dalam laporannya seperti dilansir Reuters.

Inggris Raya akan melarang penjualan mobil dan van bertenaga bensin serta diesel baru mulai 2030, mempercepat lima tahun dari target sebelumnya, yang oleh Perdana Menteri Boris Johnson disebut sebagai “revolusi hijau”. (ATN)

Tags: Emisi KarbonIndustri Kendaraan ListrikJepangKarbon
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.