• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Tegakkan Harga Diri Indonesia, Kasus ABK di Kapal China harus Diusut

by Redaksi Asiatoday
May 7, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Nasib Tragis Dialami WNI yang Bekerja di Kapal Ikan China

Potongan gambar dari video kru kapal nelayan China yang membuang jenazah ABK Indonesia ke laut. ( MBCNEWS)

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kasus perbudakan dan pembuangan jenazah ABK Warga Indonesia di kapal China menuai reaksi keras di Indonesia. Pasalnya, tragedi itu mengoyak harga diri bangsa Indonesia.

Vice President liga parlemen dunia Fadli Zon mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi dan mengusut dengan tuntas kasus yang dihadapi anak buah kapal (ABK) Indonesia di kapal berbendera RRT itu.

Politisi Gerindra itu menyampaikan hal tersebut melalui melalui cuitan di akun twitternya @fadlizon, Kamis (7/5/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Fadli meminta pemerintah untuk segera mencari tahu kebenaran mengenai kasus yang menimpa ABK Indonesia yang bekerja di kapal China tersebut.

Sebelumnya, berita mengenai kondisi para ABK Indonesia ini juga telah diberitakan oleh media Korea, MBC.

“Ini harus diusut tuntas dan diinvestigasi. Kalau benar berita MBC maka negara harus menuntut pihak China,” tegas Fadli dalam cuitannya.

Selain praktik perbudakan, imbuh Fadli, apa yang dilakukan terhadap ABK Indonesia jelas pelanggaran HAM dan penghinaan terhadap Rakyat Indonesia.

“Kita bukan budak China,” tegas Fadli.

Dalam cuitannya itu, Fadli juga menandai akun Kementerian Luar Negeri @Menlu_RI, Kementerian Ketenagakerjaan @KemnakerRI dan Presiden Joko Widodo @Jokowi.

Sebelumnya, jaringan televisi Korea, MBC memberitakan mengenai jenazah ABK Indonesia yang dibuang ke laut. Selain itu, para ABK juga dipaksa untuk bekerja selama 30 jam dalam sehari, hanya diberi air minum yang berasal dari air laut yang difiltrasi, dan diberi upah yang sangat rendah.

Adapun, informasi mengenai kondisi para ABK di kapal China ini diperoleh saat kapal berlabuh di Busan, Korea Selatan.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Kementerian Luar Negeri RI juga menyatakan akan memberi perhatian serius atas permasalahan yang dihadapi ABK Indonesia di kapal penangkap ikan asal China yaitu Longxin 605 dan Tian Yu 8.

Dua kapal tersebut membawa 46 pekerja WNI dan 15 diantaranya dari kapal Long Xin 629.

Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bakal menelusuri dugaan eksploitasi anak buah kapal (ABK) Indonesia terkait video jenazah ABK Indonesia yang dibuang ke laut oleh pemilik kapal China.

“Jika benar terjadi eksploitasi, kami akan melaporkan ke Regional Fisheries Management Organization (RFMO) agar perusahaan dan kapal diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegas Menteri KKP Edhy Prabowo melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Edhy juga mengatakan akan melakukan pengecekan terkait dokumen dan kontrak, para ABK Indonesia yang diduga mengalami eksploitasi.

“Saya akan menemui para ABK kita yang selamat dan meminta pertanggungjawaban perusahaan yang merekrut dan menempatkan para ABK ini, agar hak-haknya dipenuhi,” tegasnya. (ATN)

Tags: ABK IndonesiaChinaFadli Zon LibraryHuman RightsHuman Rights in Southeast AsiaHuman Rights ReportingKapal ChinaKemenlu RIKementrian KKP
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.