• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, June 29, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Tertinggi di Dunia, Kematian Akibat Covid-19 di Amerika Lampaui 20.000 Kasus 

by Redaksi Asiatoday
April 12, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tertinggi di Dunia, Kematian Akibat Covid-19 di Amerika Lampaui 20.000 Kasus 

Angka kematian akibat covid-19 di Amerika melonjak drastis. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Angka kematian akibat wabah coronavirus (Covid-19) di Amerika Serikat (AS) melonjak tajam dan kini menjadi yang tertinggi di dunia.

Pada Sabtu (11/4/2020), angka kematian di negeri Paman Sam  mencapai 20.223 kasus, menurut catatan situs penyedia data pandemi virus corona worldometers.info.

Ironisnya, ditengah kondisi tersebut, Presiden AS Donald Trump  berencana melonggarkan pembatasan dan akan membuka kembali ekonomi AS yang melambat selama krisis akibat covid-19.

RelatedPosts

Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire

Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release

China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar

Pada Jumat (10/4) waktu setempat, Trump menyatakan ini adalah keputusan yang besar dan sulit.

Sementara itu, Italia kini melaporkan angka kematian tertinggi kedua di dunia dengan jumlah 19.468 kasus, sedangkan Spanyol setelahnya dengan jumlah 16.535 kasus.

Populasi masyarakat di AS terhitung sebanyak lima kali lipat dibandingkan jumlah populasi Italia, dan mendekati tujuh kali lipat dibandingkan Spanyol.

Para pakar kesehatan masyarakat telah memperingatkan bahwa kasus kematian yang terjadi di AS dapat melonjak hingga 200.000 kasus pada musim panas jika perintah berdiam di dalam rumah dicabut setelah 30 hari diberlakukan.

Perintah tersebut mulai diterapkan beberapa pekan belakangan ini di 42 dari 50 negara bagian di AS, dan bagaimana pun memberikan dampak ekonomi yang tidak ringan. Sejumlah pakar ekonomi memperkirakan 20 juta orang kehilangan pekerjaannya per akhir bulan ini.

Secara global, kini virus corona telah menjangkiti lebih dari 1,7 juta orang dengan hampir 108 ribu kasus berujung pada kematian. (ATN)

Tags: Amerika SerikatCoronavirusCOVID-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Debunks Vietnam Relocation Claims Over Japan’s Yazaki Plants
  • AirAsia Axes Singapore–Jakarta Nonstop Service
  • Spring Airlines Opens Two Direct China–Jakarta Routes, Boosting Indonesia’s Tourism Drive
  • Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire
  • Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.