• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Thailand: Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Dipengarugi Pemulihan Ekonomi China

by Redaksi Asiatoday
February 22, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
IMF Proyeksikan Ekonomi China Tumbuh 5,2 Persen Tahun ini

Sebuah kapal kargo berlabuh di Pelabuhan Ningbo-Zhoushan di Provinsi Zhejiang, China timur. Pelabuhan tersibuk di China ini mencatat throughput kargo di atas 1,25 miliar ton pada 2022, menempati peringkat pertama secara global selama 14 tahun berturut-turut. Foto: Xinhua

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Pemulihan ekonomi China diperkirakan berdampak positif pada pembangunan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN), dan peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Area/FTA) China-ASEAN dapat membawa manfaat lebih lanjut untuk kawasan tersebut, kata seorang pejabat senior Thailand.

Auramon Supthaweethum, Direktur Jenderal Departemen Perundingan Perdagangan di bawah Kementerian Perdagangan Thailand, mengatakan bahwa China adalah mitra perdagangan penting bagi Thailand dan ASEAN.

“Thailand sangat mengutamakan negosiasi peningkatan FTA China-ASEAN, yang diharapkan dapat membawa manfaat bagi Thailand dan negara-negara ASEAN,” kata Auramon.

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

China telah menjadi mitra perdagangan terpenting Thailand selama lebih dari satu dekade dan juga merupakan mitra dagang terpenting ASEAN, kata pejabat itu.

Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative) China menciptakan jaringan proyek infrastruktur ASEAN, termasuk jalur kereta China-Laos-Thailand untuk mengakses bahan baku berbiaya rendah dan memperluas peluang bisnis untuk bisnis Thailand di sektor jasa dan pariwisata, kata Auramon.

Thailand memprioritaskan kerja sama dengan China dalam sektor e-commerce, katanya, seraya menambahkan bahwa Thailand juga berniat memperluas kerja sama investasinya dengan China, dengan fokus pada Koridor Ekonomi Timur.

Putaran pertama konsultasi terkait negosiasi FTA China-ASEAN Versi 3.0 dimulai pada 7 Februari.

Pada November 2022, China dan ASEAN bersama-sama mengumumkan peluncuran resmi negosiasi tersebut. Kedua belah pihak sepakat bahwa perundingan akan mencakup sejumlah bidang termasuk perdagangan barang, investasi, ekonomi digital dan ramah lingkungan, sehingga dapat membangun FTA China-ASEAN yang lebih inklusif, modern, komprehensif dan saling menguntungkan. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Pertumbuhan Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.