• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

TNI Amankan 5 Ton Ikan dan Kapal Vietnam di Laut Natuna

by Redaksi Asiatoday
June 21, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
TNI Amankan 5 Ton Ikan dan Kapal Vietnam di Laut Natuna

KRI Bung Tomo 357 saat tangkap Kapal Ikan Vietnam di perairan Natuna. Dok

ASIATODAY.ID, NATUNA – Sebuah kapal ikan asing asal Vietnam ditangkap KRI Bung Tomo 357 di perairan Natuna, Rabu (17/6/2020) lalu.

KIA ini ditangkap dalam Operasi Siaga Samudra di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) di Perairan Natuna Utara. Para ABK, kapal dan bukti tangkapan langsung diserahkan ke Lanal Ranai.

Komandan Gugus Tempur Laut ( Guspurla), Laksamana Pertama, Didong Rio Duta mengatakan jika pihaknya juga mengamankan 5 ton ikan segar dari kapal itu.

RelatedPosts

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

ADB Bets on Vanuatu’s Future with $10 Million Lifeline for Economic Transformation

World Bank Warns: $54 Billion in Natural Gas Burned as Global Energy Crisis Deepens

“Barang bukti yang diamankan yakni satu kapal ikan dengan nomor lambung BV 93420 TS. Kemudian 9 orang anak buah kapal termasuk nakhoda dan sekitar 5 ton ikan,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (21/6/2020).

Ihwal penangkapan kapal tersebut bermula saat KRI Bung Tomo pada pukul 08.45 WIB, Jumat itu mendeteksi kapal ikan Vietnam itu di posisi 06° 01′ 80″ U/106° 46′ 00″ T atau 25 nautical miles (NM) dalam landas kontinen Indonesia.

Berikutnya pukul 09.40 WIB KRI Bung Tomo melakukan pengejaran saat kapal berada 20 NM di dalam landas kontinen Indonesia, hingga akhirnya diamankan.

“KIA tersebut telah melanggar wilayah kontinental kedaulatan RI, karena melakukan penangkapan ikan tanpa izin dan tanpa dokumen yang sah sebagaimana yang diatur dalam UU nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan,” jelas Didong.

Barang bukti bersama kapal, ABK diserahkan ke Lanal Ranai untuk diproses lebih lanjut.

Mengenai proses penangkapan KIA ini, Didong mengatakan petugas menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Yakni dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, jaga jarak dan langsung dilakukan cek suhu tubuh satu persatu.

“Sejak digelar Operasi Siaga Samudra wilayah Koarmabar I, pelaku ilegal fishing jauh menurun. Buktinya sepanjang tahun ini hanya 1 KIA yang ditangkap,” kata Didong.

Kemudian terang Didong Rio Duta, Operasi Siaga Samudera 20 ini, TNI AL menyiagakan 4 unit KRI di Natuna yakni KRI Yos Sudarso 353, KRI Bung Tomo 387, KRI Bontang 907 dan KRI Wiratno 739.

“KRI ini silih berganti mengamankan perairan wilayah barat di bawah Koamabar I,” tandasnya. (AT Network)

Tags: Kapal Ikan AsingNatunaTNIZEE Natuna UtaraZEEI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.