• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Toyota, Fast Retailing dan McDonald’s Stop Produksi di China Akibat Wabah Corona

by Redaksi Asiatoday
January 30, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Toyota, Fast Retailing dan McDonald’s Stop Produksi di China Akibat Wabah Corona

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan Jepang, Toyota Motor Corp. untuk sementara memilih menghentikan operasinya di China, menyusul wabah virus corona yang kian tak terkendali. Kegiatan operasional Toyota dihentikan hingga 9 Februari 2020.

“Mengingat berbagai faktor termasuk panduan oleh pemerintah daerah dan lokal, berikut kondisi pasokan suku cadang, per 29 Januari 2020, kami telah memutuskan untuk menghentikan sementara operasi di pabrik-pabrik kami di China hingga 9 Februari,” ujar Maki Niimi, juru bicara Toyota Motor.

“Kami akan memantau situasi tersebut dan membuat keputusan lebih lanjut tentang operasi kami mulai 10 Februari,” lanjutnya, dilansir dari Bloomberg, Kamis (30/01/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Perusahaan telah membatasi perjalanan ke provinsi Hubei, berdasarkan panduan dari Kementerian Luar Negeri Jepang. Ibu kota provinsi ini, Wuhan, merupakan kota di mana wabah virus corona baru bermula.

Menurut Niimi, meskipun tidak memberikan batasan untuk wilayah lain di China, Toyota telah meminta karyawannya agar menghindari perjalanan yang tidak perlu ke wilayah lain di negara itu.

“Saat ini tidak ada karyawan Toyota di Wuhan, ibu kota Hubei, ataupun provinsi ini,” tambah Niimi.

Meski demikian, ia tidak dapat memperkirakan dampak penghentian produksi ini terhadap rantai pasokan Toyota.

“Karena ada rantai pasokan yang luas di industri otomotif dan ada berbagai macam bagian dan komponen yang digunakan untuk kendaraan. Sulit untuk berkomentar secara khusus,” ujarnya.

Sebelum Toyota, peritel ternama asal Jepang yakni Fast Retailing Co. telah menutup sekitar 50 tokonya di China untuk sementara waktu.

Rantai restoran cepat saji McDonald’s, yang memiliki sekitar 3.000 toko di China pada akhir 2018, untuk sementara waktu juga menutup gerainya di lima kota di provinsi Hubei karena virus itu, termasuk Wuhan.

Sementara itu, jumlah korban jiwa akibat wabah virus corona di China terus bertambah menjadi 132 orang per Rabu pagi (29/1) waktu setempat, menurut Komisi Kesehatan Nasional China, dengan jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi di China mencapai hampir 6.000. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: China VirusFast RetailingMcDonaldToyotaVirus KoronaVirus PneumoniaWuhan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.