• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Tsingshan Jajaki Kerja Sama dengan Pabrik Tembaga China untuk Olah Nikel

by Redaksi Asiatoday
January 10, 2023
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Smelter di Morowali Hanya Keruk Nikel, Kontribusi ke Daerah Nol

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu smelter nikel terbesar di Indonesia yang merupakan investasi China di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Dok

ASIATODAY.ID, WENZHOU – Perusahaan Tsingshan Holding Group (THG) milik taipan China, Xiang Guangda dilaporkan tengah dalam pembicaraan dengan beberapa pabrik tembaga untuk memproses atau mengolah nikel. Demikian Bloomberg News melaporkan pada Senin (9/1), mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Tsingshan Holding, salah satu produsen nikel terbesar dunia, menghadapi kerugian besar pada posisi short setelah harga nikel melonjak hingga lebih dari US$ 100.000 per ton tahun lalu dan perdagangan dihentikan. Orang-orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Bloomberg, Guangda sedang merencanakan perubahan dalam bauran produksinya, mencari keuntungan dari harga logam nikel murni yang sangat tinggi.

“Tsingshan mengadakan pembicaraan awal dengan sejumlah produsen tembaga, termasuk Yanggu Xiangguang Copper Co, pabrik peleburan tembaga besar yang menganggur sekali tahun lalu di tengah kesulitan keuangan,” sebut laporan itu, mengutip orang yang meminta untuk tidak disebutkan namanya saat membahas informasi pribadi.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Rencana untuk menggunakan pabrik tembaga untuk memproses nikel adalah hal yang baru, tetapi proses tersebut telah berhasil diterapkan selama uji coba di sebuah pabrik yang lebih kecil di China tengah, tulis laporan itu.

Jika berhasil, rencana Tsingshan, bersama dengan langkah serupa oleh rekan-rekannya, dapat menggandakan produksi nikel olahan China tahun ini, dari sekitar 180.000 ton pada tahun 2022 — menambahkan kira-kira seperlima dari produksi olahan global.

Selain itu, produsen baja nirkarat dan nikel terbesar di dunia sedang membangun kilang nikel baru di China dan Indonesia, sebut laporan tersebut. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Hilirisasi NikelTsingshan Corp
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.