• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Tumbuh 20 Persen, Ekspor Perikanan Sektor Ritel Indonesia Makin Cerah

by Redaksi Asiatoday
June 8, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Didorong Manfaatkan Enzim dan Bioteknologi Herbal untuk Budidaya Udang Vannamei

Udang Vannamei. ist

ASIATODAY.ID, SURABAYA – Aktivitas ekspor industri pengolahan ikan Indonesia tumbuh positif.

Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) mencatat ekspor industri pengolahan ikan Indonesia di sektor ritel tumbuh 20 persen di tengah pandemi covid-19. Kenaikan itu karena kebutuhan di segmen tersebut masih tinggi dibanding sektor hotel, restoran, dan kafe.

“Untuk ekspor ke ritel ada kenaikan 20 persen selama pandemi ini. Karena masyarakat di mana pun berada masih butuh makan ikan,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Budhi Wibowo, melalui keterangan tertulisnya, Senin (8/6/2020).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Hal itu berbeda dengan permintaan ekspor untuk segmen hotel, restoran, dan kafe yang turun drastis sekitar 70 persen.

“Sebab, di Indonesia ataupun negara lain banyak restoran yang tutup. Paling hanya melayani delivery service saja. Hotel juga begitu, sangat sepi tidak ada pesta,” jelasnya.

Dikatakan, warga yang selama ini sering makan di restoran, sekarang harus makan di rumah. Pembeliannya bisa melalui supermarket atau daring sehingga tingkat penjualannya meningkat.

Sementara untuk negara tujuan ekspor, Budhi menuturkan masih sama dengan tahun lalu. Belum ada negara baru, seperti data KKP penyumbang terbesar ekspor pengolahan ikan Indonesia tahun 2019 adalah Amerika sekitar 37 persen, disusul China 17 persen, Jepang 13 persen, ASEAN 11 persen, dan Eropa delapan persen.

Selanjutnya, untuk komoditas yang paling banyak diekspor adalah udang sebesar 35 persen. Lalu disusul tuna-tongkol-cakalang 15 persen, cumi-sotong-gurita 11 persen, dan rajungan-kepiting delapan persen.

“Untuk pasar domestik juga sama, penjualan produk olahan perikanan dalam negeri yang ready to cooked dan ready to eat di ritel meningkat sangat pesat,” paparnya.

Sementara itu, mengacu data Kementerian Perindustrian, sampai saat ini ada sekitar 718 unit usaha pengolahan ikan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Adapun jumlah produksi sektor pengolahan ikan ini mencapai 1,6 juta ton di 2019. (ATN)

Tags: AP5IAsosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan IndonesiaEkspor IndonesiaEkspor Perikanan IndonesiaEkspor Udang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.