• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Turki Mulai Vaksinasi Covid-19, Menteri Kesehatan Disuntik Pertama

by Redaksi Asiatoday
January 14, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wabah Corona Meledak di Turki, 3.013 Kasus Baru dalam Sehari, 501 Tewas

Negara Turki. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA -Turki mulai melakukan vaksinasi Covid-19.

Pemerintah Turki telah menyetujui penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) vaksin Covid-19 Sinovac, China.

Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca menjadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin Sinovac di negara tersebut.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Fahrettin menerima suntikan pertama CoronaVac pada Rabu 13 Januari 2021 setelah mengumumkan rencana untuk mulai menyuntikkannya secara nasional pada hari Kamis.

Waktu vaksinasi massal ini, berbarengan dengan di Indonesia. Namun yang berbeda, di Indonesia Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik vaksin.

Sedangkan di Turki yang pertama adalah menteri Kesehatannya, sedangkan Presiden Erdogan tidak dijadwalkan ikut disuntik perdana.

“Setiap orang harus divaksinasi karena itu satu-satunya cara untuk menyingkirkan pandemi ini,” kata Koca dalam komentar yang disiarkan televisi dilansir dari Daily Sabah.

Turki mengatakan bulan lalu bahwa pengujian domestik awal menunjukkan kemanjuran 91,25 persen untuk CoronaVac.

Tetapi uji coba di Brasil menunjukkan tingkat kemanjuran sekitar 50 persen, atau jauh lebih rendah daripada hasil uji klinis saingannya yakni Moderna, Pfizer-BioNTech dan Oxford-AstraZenica.

Sementara itu, uji coba ketiga di Indonesia menunjukkan kemanjuran 65,3 persen. “Ini vaksin yang aman. Studi keamanannya sudah selesai,” kata Koca tanpa merinci.

Turki telah menandatangani 50 juta dosis CoronaVac dan 20 juta dari mereka akan tiba pada akhir bulan.

Turki juga diharapkan menerima 4,5 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech pada akhir Maret, meskipun negosiasi masih berlangsung.

Vaksinasi akan dimulai dengan 1,1 juta pekerja kesehatan Turki sebelum berlanjut ke mereka yang berusia 65 tahun atau lebih dan orang-orang dengan penyakit kronis.

Saat ini, jumlah kematian harian di Tukri akibat virus corona, turun kembali menjadi di bawah 200 setelah memberlakukan lockdown akhir pekan dan pembatasan harian lainnya pada bulan November.

Negara berpenduduk 83 juta orang itu telah mencatat 23.325 kematian akibat Covid-19 dan lebih dari 2,3 juta terinfeksi virus. (ATN)

Tags: TurkiVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.