• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ukraina Terpojok, Zelensky Terancam Dihabisi Negara Barat

by Redaksi Asiatoday
June 12, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Tak Berdaya Hadapi Rusia, Ukraina Kini dalam Kesendirian

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Posisi Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky makin terdesak dan kini berada dalam ancaman.

Mantan Presiden Rusia yang kini jadi Wakil Ketua Dewan Keamanan Dmitry Medvedev menyebut posisi Ukraina dan Zelensky sudah terpojok.

Menurut Dmitry Medvedev, Ukraina sangat bergantung dengan pasokan uang dan persenjataan dari sekutu Barat yang dimotori Amerika Serikat (AS). Meski begitu, lanjut Medvedev, Barat tak akan memberikan “makan siang gratis” untuk Ukraina dalam melawan invasi yang dilakukan oleh Rusia sejak tahun lalu.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Ukraina yang didesak melakukan serangan balasan kepada Rusia harus memenuhi ekspektasi dari Barat yang telah mengirimkan bantuan. Namun, jika serangan balasan Ukraina ternyata tidak berhasil, hal itu justru bisa membahayakan posisi Volodymyr Zelensky selaku orang nomor satu di negara tersebut.

“Rezim Kyiv tidak punya pilihan. Mereka harus menyerang. Mereka harus memakai uang dan senjata yang telah diterimanya. Kekecewaan para pengawas [Kyiv] mungkin merugikan Zelensky dan teman-temannya tidak hanya dari jabatan mereka, tetapi juga nyawa mereka,” tegasnya dalam akun Telegram resmi yang dikutip Russia Today, Jumat (9/6/2023).

Medvedev, yang menyebut Zelensky sebagai geng kokain, mengatakan bahwa posisi sang presiden sangat rentan disingkirkan. Pasalnya, jika ada laporan dari agen Barat yang mengatakan serangan balasan Ukraina gagal, maka Zelensky akan langsung terdepak begitu saja.

“Mereka akan memberikan perintah kepada beberapa orang rendahan radikal untuk menyingkirkan pecandu narkoba (Zelensky) karena pengkhianatan terhadap Ukraina dan kasus Bandera, dan kemudian menggantungnya di kakinya bersama dengan antek-anteknya,” ucap Medvedev.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia itu juga mengingatkan pemerintah Moskow untuk berhati-hati dengan serangan dari Ukraina. Medvedev mengatakan Rusia mesti mewaspadai gerakan dari Ukraina agar dapat “menggulingkan rezim Nazi Kiev”. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Krisis Ukraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.