• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, July 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Diplomat Corner

Ulah Spionase, Antony Blinken Batal Berkunjung ke China

by Redaksi Asiatoday
February 4, 2023
in Diplomat Corner
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AS Desak China Hentikan Kejahatan Kemanusiaan dan Genosida Terhadap Uighur

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Anthony Blinken. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken batal berkunjung ke China.

Keputusan ini dipicu aksi spionase balon mata-mata China di wilayah Amerika Serikat yang dipandang sebagai pelanggaran kedaulatan negara sehingga tidak dapat diterima.

“Insiden balon itu merusak tujuan perjalanan, yang akan dimulai pada Minggu,” kata Blinken kepada wartawan pada Jumat sore, dilansir Aljazeera, Sabtu (4/3/2023).

RelatedPosts

Uruguay Envoy Seeks Deeper Biosecurity Ties to Boost Trade With Indonesia

Indonesia Deepens West Africa Ties with Landmark Gambia Partnership

ASEAN, Australia Deepen Strategic Partnership with High-Level Dialogue on Indo-Pacific Future

Blinken menegaskan sangat penting untuk menekankan bahwa kehadiran balon pengintai di atas wilayah AS merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan AS. Pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional dan tidak dapat diterima.

China telah menyatakan penyesalan atas balon yang memasuki wilayah udara AS, menggambarkannya sebagai pesawat sipil yang digunakan untuk penelitian meteorologi yang menyimpang jauh dari jalur yang direncanakan karena kemampuan kemudi sendiri yang terbatas. Tetapi pemerintah AS mengatakan pesawat itu adalah high-altitude surveillance balloon.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS menekankan pada hari sebelumnya bahwa ketika perjalanan Blinken ditunda, jalur komunikasi tetap terbuka antara Washington dan Beijing karena mereka berusaha untuk mengelola secara bertanggung jawab persaingan yang semakin intensif antara kedua negara.

“Penilaian kami yang jelas adalah bahwa dalam kondisi saat ini, tidak konstruktif untuk mengunjungi Beijing, tetapi saya juga akan menegaskan kembali bahwa ini adalah penundaan dan sekretaris [Blinken] berencana untuk melakukan perjalanan pada kesempatan yang tepat paling awal ketika kondisi izinkan,” kata pejabat itu kepada wartawan tanpa menyebut nama.

Blinken kemudian mengatakan Washington terlibat dengan Beijing untuk menyelesaikan masalah yang sedang berlangsung.

“Langkah pertama adalah mengeluarkan aset pengawasan dari ruang kita. Dan itu yang kami fokuskan,” ujarnya.

Departemen Luar Negeri juga mengatakan Blinken mengadakan panggilan telepon dengan rekannya dari China Wang Yi untuk mengatasi situasi tersebut.

“Sekretaris menjelaskan bahwa sehubungan dengan masalah yang sedang berlangsung ini, tidak pantas mengunjungi Beijing saat ini,” kata departemen itu dalam sebuah pernyataan. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Indo PasifikSpionase
No Result
View All Result

Terbaru

  • UAE’s Damac Digital Plans Multi-Billion-Dollar Data Center Investment in Indonesia
  • Cambodia Scam Crackdown Sparks Repatriation Rush
  • Nadiem Makarim Appeals 10-Year Corruption Conviction
  • Modi to Launch Prambanan Restoration, Strengthening India–Indonesia Cultural Ties
  • Indonesia’s Palm Oil Exports to China Tumble as Nickel Reshapes Bilateral Trade
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.