• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

UNESCO Apresiasi Accor dan Expedia Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Dunia

by Redaksi Asiatoday
March 8, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
UNESCO Apresiasi Accor dan Expedia Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Dunia

Markas UNESCO. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menyambut antusias bergabungnya Expedia Group dan perusahaan hotel global Accor untuk memperluas komitmen mereka pada Sustainable Tourism Pledge (Ikrar Pariwisata Berkelanjutan).

UNESCO pekan lalu telah mengumumkan bahwa Indonesia termasuk di antara 7 negara yang mendapatkan bantuan dari Jerman. Kesepakatan ini akan melibatkan 3.358 hotel Accor di seluruh dunia untuk mempromosikan kelestarian lingkungan dan pariwisata berkelanjutan secara global.

Ikrar Pariwisata Berkelanjutan UNESCO mempromosikan praktik yang bertanggung jawab, ketahanan masyarakat, dan konservasi warisan dengan tujuan akhir mengubah sifat dan dampak pariwisata global.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Melalui The Pledge ini, para pihak berkomitmen mendukung pengurangan dan penghapusan plastik sekali pakai serta mempromosikan ekonomi dan budaya lokal.

The Pledge diluncurkan pada Oktober 2019 dengan Otoritas Pariwisata Thailand, UNESCO, dan Grup Expedia sebelumnya memperoleh tanda tangan dari 500 hotel Accor di Thailand yang menuliskan nama mereka pada Pledge on a Thai microsite yang didirikan pada 2020.

Perluasan The Pledge terjadi pada saat kesadaran dan permintaan wisatawan akan praktik keberlanjutan pariwisata terus tumbuh, dengan Millennials dan Gen Z memimpin dengan kesadaran lingkungan yang meningkat.

“Yang penting, para pelancong muda ini—hingga usia 40 tahun—berbagi keprihatinan yang meningkat atas dampak lingkungan yang disebabkan oleh traveling, yang mungkin dikaitkan dengan akibat yang disebabkan oleh Covid-19,” kata Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay, dikutip dari keterangan UNESCO, Senin (8/3/2021).

Dengan bergabungnya Accor dan Grup Expedia melalui inisiatif UNESCO, Pledge kini telah menjangkau hampir 100 negara, mempromosikan pariwisata berkelanjutan secara global.

UNESCO juga pekan lalu mengumumkan bahwa Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan telah menyediakan 2 juta euro untuk membantu memperluas Pledge ini di tujuh negara meliputi Indonesia, Bosnia-Herzegovina, Kamboja, Georgia, Kenya, Namibia, dan Vietnam.

Program ini akan membantu upaya UNESCO untuk membuat pariwisata muncul lebih kuat dari krisis Covid-19 dan mendorong pembangunan berkelanjutan di sektor tersebut.

Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay menyatakan upaya kolektif menjadi lebih penting karena pandemi telah menghantam sektor pariwisata dan budaya dengan keras.

“Kami berharap upaya Jerman, Accor, dan Expedia, akan mendorong pemain besar lainnya di sektor ini untuk bergabung dengan kami dan berinvestasi dalam menawarkan pariwisata yang lebih bertanggung jawab,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Accor GroupGreen TourismPariwisata BerkelanjutanSustainable Development GoalsUNESCO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.