• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

UNESCO Catat 1,6 Miliar Siswa di Dunia Terdampak Penutupan Sekolah

by Redaksi Asiatoday
October 8, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Miris, Indonesia Belum Bebas dari Buta Aksara

Suasana belajar anak-anak di pedalaman Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – UNESCO menaruh perhatian besar terhadap masa depan generasi di seluruh dunia, khususnya peserta didik.

Pasalnya, pandemi global berdampak besar terhadap dunia pendidikan di dunia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim mengungkapkan, berdasarkan data UNESCO, secara global terdapat 1,6 miliar peserta didik tepaksa belajar dari rumah.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“UNESCO melaporkan hampir 1,6 miliar peserta didik terdampak dari penutupan sekolah,” kata Nadiem dalam peringatan Hari Guru Sedunia yang digelar secara virtual, Kamis (8/10/2020).

Selain peserta didik, para guru juga tidak bisa melaksanakan kegiatan mengajar dengan maksimal. Secara global terdapat 63 juta guru yang tidak bisa melakukan kegiatan mengajar.

“Pandemi Covid-19 juga berdampak bagi lebih dr 63 juta guru di seluruh dunia,” terang Nadiem.

Dalam konteks Indonesia, Nadiem mengapresiasi peran sekolah di tengah pandemi. Satuan pendidikan di Indonesia khususnya mampu berinovasi agar proses belajar mengajar dapat terus berlangsung.

“Kita masih melihat kiprah luar biasa dari para guru. Para guru dengan hati nurani, dengan segala keterbatasan memilih untuk melanjutkan mengajar. Bagaimanapun caranya daripada murid-muridnya sama sekali tidak mendapatkan pembelajaran,” jelasnya.

Kepemimpinan para guru pada masa sulit ini, kesanggupan para guru untuk tetap menyiapkan masa depan bagi murid-muridnya merupakan suatu hal yang luar biasa. Nadiem berterima kasih kepada seluruh guru dan berharap semangat mereka tak pernah luntur.

“Terima kasih saya ucapkan yang tak terhingga bagi Ibu dan bapak guru yang telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan bagian dari hidupnya sendiri demi para murid. Ibu dan Bapak sekarang kita perlu berpikir jauh melompat dari masa pandemi,” imbuhnya. (ATN)

Tags: KemendikbudUNESCO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.