• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

UNESCO: Great Barrier Reef di Australia Dalam Bahaya

by Redaksi Asiatoday
June 22, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
UNESCO: Great Barrier Reef di Australia Dalam Bahaya 1

Kepulauan Great Barrier Reef di Australia. Dok Great Barrier Reef Foundation

ASIATODAY.ID, QUEENSLAND- Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) UNESCO mengungkapkan bahwa status Great Barrier Reef di Australia kini dalam kondisi terancam sehingga harus dimasukkan ke dalam daftar Situs Warisan Dunia yang “dalam bahaya” karena telah mengalami kerusakan berat akibat perubahan iklim.

Sebagaimana dilaporkan BBC, Selasa (22/6/2021), UNESCO mengatakan terumbu karang terbesar di dunia itu harus diturunkan ke daftar ‘situs dalam bahaya’ pada saat pertemuan sesi ke-44 Komite Warisan Dunia yang diselenggarakan oleh China bulan depan. Hal ini mendesak Australia untuk mengambil “tindakan dipercepat” untuk mengatasi pemanasan global. Namun, pemerintah Australia mengatakan akan “sangat menentang” rekomendasi tersebut.

UNESCO dan pemerintahan Australia berselisih mengenai status terumbu karang dengan UNESCO, memperdebatkan apakah Great Barrier Reef masuk ke dalam daftar bahaya.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Menteri Lingkungan Sussan Ley mengatakan pemerintah “terkejut” dengan pengumuman terbaru UNESCO, menyebutnya sebagai “kebalikan dari jaminan sebelumnya dari pejabat PBB” bahwa langkah itu tidak akan diambil.

Naiknya suhu laut adalah akibat dari pemanasan global yang disebabkan oleh pembakaran bahan fosil adalah penyebab utama kerusakaan terumbu karang.

Terpantau telah terjadi beberapa peristiwa “pemutihan” di terumbu karang dalam lima tahun terakhir.

Laporan UNESCO terakhir mengatakan bahwa walaupun ada upaya dari pemerintah Australia, target utama untuk meningkatkan kualitas air di terumbu karang belum juga terpenuhi.

Jika rekomendasi tersebut diikuti, ini akan mejadi pertama kalinya Situs Warisan Dunia alami ditempatkan pada daftar “dalam bahaya” terutama karena dampak dari perubahaan iklim.

Mencantumkan Great Barrier Reef sebagai “dalam bahaya” dapat membantu mengatasi beberapa ancaman seperti membuatnya bisa menerima pendanaan atau publisitas.

Walau begitu, rekomendasi tersebut memang dapat mempengaruhi tujuan wisata utama yang menciptakan ribuan lapangan kerja di Australia.

Saat ini, China memimpin UNESCO, dan ada beberapa spekulasi bahwa ketegangan yang sudah berlangsung lama antara Beijing dan Canberra mungkin telah mempengaruhi keputusan tersebut.

Tetapi, kelompok lingkungan menolak saran apa pun bahwa rekomendasi itu bersifat politis.

“Rekomendasi dari UNESCO jelas dan tegas bahwa pemerintah Australia tidak berbuat cukup untuk melindungi aset alam terbesar kita, terutama pada perubahan iklim,” kata Richard Leck, Kepala Kelautan untuk World Wide Fund for Nature, Australia. (ATN)

Tags: Global Geopark UNESCOGreat Barrier ReefKonservasi LautSave OceanTerumbu KarangUNESCO Biosphere Reserves
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.