• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Uni Eropa Desak WHO Hadirkan Taiwan di Forum World Health Assembly

by Redaksi Asiatoday
May 14, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Uni Eropa Desak WHO Hadirkan Taiwan di Forum World Health Assembly

Pertemuan Majelis Kesehatan Dunia atau World Health Assembly (WHA). Dok

ASIATODAY.ID, TAIPEI – Pertemuan Majelis Kesehatan Dunia atau World Health Assembly (WHA) akan diselenggarakan pada tanggal 18 Mei mendatang, dan sampai saat ini Taiwan masih belum menerima undangan.

Pada tanggal 11 Mei yang lalu, WHA menjelaskan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, tidak memiliki wewenang untuk mengundang Taiwan hadir dalam WHA karena negara-negara anggota belum mencapai konsensus politik.      

Perlakuan diskriminatif dan tidak adil WHO terhadap Taiwan selama bertahun-tahun, telah menjadi sorotan komunitas internasional.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Sebanyak 102 orang anggota parlemen Eropa lintas partai dan 4 orang anggota parlemen Jerman telah menyampaikan surat bersama kepada menteri kesehatan di 27 negara anggota Uni Eropa yang menyatakan bahwa Taiwan harus hadir dalam WHA.         
 
Dalam surat itu dijelaskan bahwa isu mengenai krisis yang disebabkan oleh virus corona akan menjadi topik diskusi utama pertemuan WHA tahun ini yang akan dilaksanakan via telekonferensi.

“Karena virus corona ini tidak mengenal batas negara, kewarganegaraan, dan ideologi, seluruh dunia harus berbagi segala informasi dan keahlian yang bisa berguna untuk melawan pandemi ini,” demikian keterangan tertulis Kemlu (MOFA) Taiwan, Kamis (14/5/2020).
 
Surat tersebut mendesak menteri kesehatan negara-negara Uni Eropa untuk secara tegas meminta WHO mengundang Taiwan sebagai pengamat dalam WHA dengan cara yang sama seperti pada tahun 2009 hingga 2016.

Dalam surat ini disebutkan bahwa Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru juga telah menyatakan posisi mereka, dan menyerukan hal yang sama.
 
Dalam surat ini juga disebutkan prestasi Taiwan yang berhasil mencegah penyebaran wabah, meskipun secara geografis Taiwan bertetangga dengan sumber virus.

Selain itu, para anggota parlemen juga menyerukan agar Menteri Kesehatan Taiwan, Chen Shih-chung, diundang menghadiri WHA, supaya dapat bertukar pikiran dengan para peserta yang lain tentang kesuksesan Taiwan mencegah penyebaran wabah.

Mereka berharap WHO segera mengatur persiapan untuk mengundang Taiwan berpartisipasi dalam seluruh pertemuan, mekanisme dan kegiatan WHO lainnya.       

Penandatanganan surat pernyataan bersama ini diprakarsai oleh anggota parlemen Eropa Ketua Kelompok Persahabatan Taiwan, Michael Gahler, dan anggota parlemen Eropa yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Estonia, Urmas Paet pada tanggal 12 Mei 2020. Dalam kurun waktu 2 hari, surat tersebut menerima sambutan positif dari European People’s Party (EPP), Party of European Socialists (PES), Partai Renew Europe, The Greens/European Free Alliance (Green/EFA), serta European Conservatives and Reformists, ECR. Surat ini juga turut ditandatangani oleh 3 orang Wakil Ketua Kelompok Persahabatan Taiwan, Andrey Kovatchev, Juan Fernando Lopez Aguilar, dan Dominique Riquet.        
 
Beberapa anggota parlemen yang menandatangani surat ini yang pernah menduduki posisi penting dalam pemerintahan di antaranya adalah mantan Perdana Menteri Estonia, Andrus Ansip; mantan Menteri Urusan Eropa Prancis, Nathalie Loiseau; mantan Menteri Luar Negeri Polandia, Witold Waszczykowski; dan Kepala Delegasi Parlemen Eropa untuk hubungan dengan Tiongkok, Reinhard Butikofer. (AT Network)    
 

Tags: COVID-19TaiwanUni EropaWHAWHOWorld Health Assembly
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.