• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Uni Eropa Siap Investasi Hijau di Asia Pasifik untuk Capai Target COP26

by Redaksi Asiatoday
November 21, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Uni Eropa Serukan Kesepakatan Global Lindungi Keanekaragaman Hayati

Presiden Komisi Uni Eropa (UE), Ursula von der Leyen. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Uni Eropa (UE) berkomitmen untuk berinvestasi hijau di kawasan Asia Pasifik demi mencapai betralitas iklim yang menjadi tujuan global bersama.

Dalam KTT COP26 di Glasgow awal bulan ini, para pemimpin dunia menyepakati untuk menetapkan target pengurangan emisi sebesar 45 persen pada 2030.

Meski demikian, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, dunia masih belum berada di jalur yang tepat untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Banyak negara masih kurang berambisi untuk mencapai target tersebut. Selain itu, kesepakatan penghapusan secara bertahap Pembangkit Listrik Tenaga Batubara dipermudah,” kata dia dalam kegiatan Global Town Hall (GTH) 2021, Sabtu (20/11/2021).

Menurutnya, negara-negara industri gagal memberikan sumber daya yang cukup untuk membantu negara berkembang dalam masa transisi. Uni Eropa telah memenuhi janji mereka, namun wilayah lainnya tidak.

Von der Leyen mengatakan, Uni Eropa telah mengumumkan kontribusi baru untuk pendanaan hijau di ASEAN. Fasilitas ini, kata dia merupakan dana investasi yang mereka dukung untuk beberapa tahun.

“Fasilitas ini telah membiayai beberapa proyek penting di seluruh wilayah, seperti taman surya besar di Kamboja yang menghasilkan energi surya termurah di Asia Tenggara,” tuturnya.

Ia mengatakan, Uni Eropa ingin menjadi mitra kawasan Asia Pasifik untuk menuju ekonomi sirkular dan netral karbon.

“Semua demi kepentingan kita bersama,” lanjutnya.

GTH 2021 merupakan acara tahunan yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).

Founder FPCI, Dino Patti Djalal mengatakan sekitar 9.500 orang dari 110 negara berpartisipasi secara virtual.

Tahun ini, GTH 2021 mengangkat tema ‘Managing Competition, Conflict, and Cooperation in a Pandemic World’.

Diharapkan, hasil dari Global Town Hall dapat menjadi acuan pemerintah dunia untuk membuat kebijakan. (ATN)

Tags: Climate ChangeEmisi KarbonGlobal Town HallKTT Iklim COP26Net Zero
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.