• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

UNICEF : Dampak Polusi Kebakaran Hutan Ancam Jutaan Jiwa Anak-anak

by Redaksi Asiatoday
September 25, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
UNICEF : Dampak Polusi Kebakaran Hutan Ancam Jutaan Jiwa Anak-anak

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Indonesia kini menjadi sorotan dunia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingatkan, polusi akibat karhutla di Indonesia bisa mengancam hidup 10 juta anak.

“Kualitas udara buruk merupakan tantangan bagi Indonesia,” terang wakil Badan Anak PBB (UNICEF) untuk Indonesia, Debora Comini, dikutip AFP, Rabu (25/9/2019).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Setiap tahun, jutaan anak menghirup udara beracun yang mengancam kesehatan hingga mereka terpaksa bolos sekolah, menyebabkan kerusakan fisik dan kognitif mereka,” terangnya.

Menurut Comini, hampir 10 juta anak di bawah usia 18 tahun tinggal di kawasan yang paling rawan terkena dampak karhutla berada di Sumatera dan Kalimantan.

Comini mengungkapkan, anak pada usia tersebut sangat rentan karena perkembangan sistem imun mereka belum sempurna.

Sedangkan anak dari ibu yang terpapar polusi selama masa kehamilan juga berpotensi lahir dengan berat badan kurang dan prematur.

Sejauh ini, Pemerintah Indonesia terus berupaya memadamkan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

Tidak Bakar Vegetasi

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rafless Brotestes Panjaitan mengungkapkan, karhutla yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan tidak membakar vegetasi pepohonan.

Menurut dia, karhutla yang terjadi sebagian besar berada di area lahan masyarakat yang berupa lahan gambut.

“Secara umum, dari hutan yang terbakar, dari 328.000 ha yang berhutan, hanya 28.000 ha dari coverage area yang terbakar. 300.000 ha yang terbakar itu tidak ada pohon,” terang Rafless dalam keterangan persnya yang diterima Rabu (25/9/2019).

Rafless mengatakan, fakta tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan citra satelit, citra hotspot, dan pengecekan langsung ke lapangan. “Itu bukan vegetasi pohon berhutan,” imbuhnya.

Jumlah hotspot di beberapa wilayah kata dia, sudah menurun meskipun masih ditemukan di sejumlah titik pada Selasa pagi.

Namun titik kebakaran tersebut sudah ditangani langsung oleh satgas seperti di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Dikatakan, teknologi modifikasi cuaca (TMC) dengan melakukan hujan buatan menjadi penyebab berkurangnya jumlah hotspot yang ada.

Saat ini kata dia, masih ada 64 hotspot di Riau, 165 hotpsot di Sumatera Selatan, dan 130 hotspot di Jambi. Kemudian di Kalimantan Tengah masih ditemukan hotspot hingga 475, terutama di wilayah Kota Waringin Timur. Kemudian di Kalimantan Barat tinggal 39 hotspot, Kalimantan Selatan 61 hotspot, serta Papua yang juga ditemukan ada 7 hotspot. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Darurat AsapKarhutlaPolusi UdaraUnicefUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.