• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

UOB Permudah Pembiayaan Pengembangan Smart City

by Redaksi Asiatoday
November 29, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
UOB : Generasi Milenial Topang Ekonomi Indonesia

Bank UOB. Dok

ASIATODAY.ID, SINGAPURA – UOB  berkomitmen untuk mempermudah pembiayaan berkelanjutan untuk diakses oleh perusahaan yang berkontribusi dalam pengembangan kota pintar.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan Kerangka Kerja  Keuangan Berkelanjutan Bagi Kota Pintar atau UOB Smart City Sustainable Finance Framework (UOBSCSFF).

Kerangka kerja UOB menetapkan kriteria yang harus dipenuhi oleh klien korporasi dan institusi ketika mengakses berbagai produk, mulai dari pinjaman ramah lingkungan atau pinjaman yang terkait upaya keberlanjutan dan fasilitas pembiayaan perdagangan hingga produk perbankan berkelanjutan lainnya.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Kriteria-kriteria ini antara lain mewajibkan perusahaan untuk memiliki strategi dan tujuan keberlanjutan yang jelas untuk mencapai target kinerja keberlanjutan mereka dan guna menggunakan hasil tersebut dalam memajukan agenda keberlanjutan mereka.

Berdasarkan kerangka tersebut, perusahaan juga harus dapat menunjukkan bagaimana aktivitas mereka dapat mendorong kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat melalui penggunaan energi terbarukan, konstruksi bangunan ramah lingkungan, peningkatan efisiensi energi, transportasi ramah lingkungan, dan pengelolaan air dan limbah yang berkelanjutan.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan dana sebesar USD2,5 triliun diperlukan setiap tahun oleh negara-negara berkembang untuk menjembatani kesenjangan pembiayaan dalam mencapai SDG pada 2030,” kata Head of Group Wholesale Banking and Markets UOB Frederick Chin, dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (29/11/2020).

Berdasarkan UOBSCSFF, perusahaan-perusahaan yang berkomitmen membangun kota pintar dan berkelanjutan dapat mengajukan permohonan pembiayaan berkelanjutan tanpa harus mengembangkan kerangka pembiayaan sendiri yang dapat memerlukan waktu dan sumber daya.

Hal ini berarti membantu mereka agar dapat berfokus pada sumber dayanya untuk berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih sehat bagi semua.

“Di UOB, kami berkomitmen menyeimbangkan peluang dengan tanggung jawab dan membantu dunia usaha di kawasan untuk maju secara bertanggung jawab melalui pendanaan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (ATN)

Tags: Smart CitySmart City Asia Pasifik AwardsUOBUOB Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil
  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.